DONYAPOST, Pidie — Pembina Posyandu Aceh, Marlina Muzakir, memberikan apresiasi kepada Pembina Posyandu Kabupaten Pidie, Rohana Razali Sarjani, yang berhasil menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Posyandu Tahun 2026.
Pidie tercatat sebagai kabupaten pertama di Aceh yang melaksanakan Rakor Posyandu pascatransformasi layanan Posyandu. Apresiasi tersebut disampaikan Marlina saat membuka Rakor Posyandu Kabupaten Pidie di Pidie Convention Center, Selasa (21/7/2026).
“Apresiasi yang tinggi kami sampaikan kepada Ibu Rohana selaku Pembina Posyandu Pidie beserta jajaran yang telah menggelar Rakor Posyandu. Pidie merupakan kabupaten pertama di Aceh yang telah menggelar Rakor Posyandu. Pidie luar biasa,” ujar Marlina yang akrab disapa Kak Na.
Dalam arahannya, istri Gubernur Aceh itu menekankan pentingnya peningkatan kapasitas kader Posyandu, terutama dalam memahami transformasi Posyandu yang kini mengemban enam Standar Pelayanan Minimum (SPM).
Menurutnya, para kader harus menguasai seluruh cakupan layanan sekaligus memperkuat koordinasi dengan Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.
“Para kader harus benar-benar menguasai enam SPM serta membangun koordinasi dengan Satuan Kerja Perangkat Kabupaten terkait. Pemahaman kader terhadap enam SPM akan semakin mempermudah kerja-kerja para kader dalam menyosialisasikan transformasi Posyandu,” katanya.
Kak Na menjelaskan, enam SPM tersebut meliputi bidang kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum (Trantibum), serta perlindungan masyarakat (Linmas).
Transformasi ini menjadikan Posyandu sebagai pusat layanan dasar terpadu yang lebih luas dari sebelumnya. “Transformasi Posyandu menjadi pusat layanan dasar terpadu ini harus benar-benar dipahami oleh para kader dan terus disosialisasikan kepada masyarakat luas,” ujarnya.
Selain itu, Marlina juga mengingatkan pentingnya koordinasi yang intensif antara kader dengan Pembina Posyandu Kabupaten agar proses pendataan, pemetaan masalah, hingga penanganan di lapangan berjalan lebih efektif.
“Dengan koordinasi yang baik, pendataan dan pemetaan masalah akan lebih mudah dan terarah. Dengan demikian, upaya penanganan dan pencegahan stunting dapat dilakukan secara lebih baik dan terukur,” katanya.
Sementara itu, Rakor Posyandu Kabupaten Pidie secara resmi dibuka oleh Bupati Pidie, Sarjani Abdullah. Dalam sambutannya, Sarjani menyampaikan apresiasi atas kehadiran Pembina Posyandu Aceh yang memberikan arahan langsung kepada para kader Posyandu di Kabupaten Pidie.
Ia berharap Rakor tersebut menjadi momentum untuk memperkuat peran Posyandu dalam meningkatkan kualitas pelayanan dasar kepada masyarakat sekaligus mendukung percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Pidie.
