DONYAPOST, Banda Aceh — Pemerintah Aceh mengambil langkah strategis untuk memastikan ketersediaan serta kelancaran distribusi BBM bersubsidi dan LPG Tabung 3 Kg di seluruh wilayah Aceh.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah meminta PT Pertamina Patra Niaga menambah operator di setiap dispenser SPBU guna mengurangi antrean kendaraan yang belakangan dikeluhkan masyarakat.
Langkah tersebut diputuskan dalam rapat koordinasi yang dipimpin Sekretaris Daerah Aceh melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh, T. Robby Irza, bersama Sales Area Manager (SAM) Retail PT Pertamina Patra Niaga, Misbah Bukhori, perwakilan Hiswana Migas, SKPA terkait, serta instansi vertikal.
Rapat digelar sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat mengenai antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU dan keterbatasan pasokan LPG Tabung 3 Kg di beberapa daerah.
Pemerintah Aceh menegaskan bahwa ketersediaan energi bersubsidi merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus dijamin melalui pasokan yang memadai, distribusi yang lancar, pelayanan yang optimal, serta penyaluran yang tepat sasaran.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh, T. Robby Irza, mengatakan Pemerintah Aceh terus memperkuat koordinasi dengan Pertamina, pemerintah kabupaten/kota, dan seluruh pemangku kepentingan agar keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan masyarakat tetap terjaga.
“Kami ingin memastikan masyarakat Aceh memperoleh akses terhadap BBM bersubsidi dan LPG Tabung 3 Kg dengan mudah dan sesuai kebutuhan. Karena itu, koordinasi seluruh pihak harus terus diperkuat agar distribusi berjalan lancar dan subsidi benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak,” ujar Robby.
Dalam rapat tersebut, Pemerintah Aceh meminta PT Pertamina Patra Niaga menjaga ketersediaan stok BBM bersubsidi dan LPG Tabung 3 Kg, sekaligus meningkatkan efektivitas distribusi hingga ke tingkat SPBU dan pangkalan. Pengawasan penyaluran juga akan diperkuat guna mencegah penyalahgunaan subsidi.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Aceh akan mengusulkan penambahan kuota Bio Solar dan LPG Tabung 3 Kg kepada kementerian dan lembaga terkait sesuai kebutuhan riil masyarakat Aceh.
Pemerintah Aceh bersama Pertamina, pemerintah kabupaten/kota, aparat penegak hukum, dan instansi terkait juga akan melakukan penertiban terhadap penggunaan BBM bersubsidi dan LPG Tabung 3 Kg agar tepat sasaran.
Selain itu, Pertamina diminta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan di SPBU, mulai dari pengaturan antrean, optimalisasi pelayanan pengisian BBM, memastikan kecukupan stok pada seluruh jaringan distribusi, hingga memperkuat pengawasan terhadap SPBU dan pangkalan.
Secara khusus, Pemerintah Aceh meminta Pertamina meningkatkan kualitas pelayanan operasional SPBU dengan menambah operator pada setiap dispenser atau nozzle, terutama pada jam-jam sibuk.
Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat proses pengisian BBM bersubsidi, meningkatkan efisiensi pelayanan, mengurangi antrean kendaraan, serta mencegah antrean meluas hingga mengganggu arus lalu lintas maupun aktivitas fasilitas umum di sekitar SPBU.
Pertamina juga diminta secara berkala menyampaikan laporan kepada Pemerintah Aceh mengenai kondisi stok, distribusi, dan pelayanan sebagai bahan evaluasi dan dasar pengambilan kebijakan.
Pemerintah Aceh turut mengimbau masyarakat menggunakan BBM bersubsidi dan LPG Tabung 3 Kg sesuai peruntukannya, tidak melakukan pembelian secara berlebihan (panic buying), serta mendukung upaya mewujudkan distribusi energi bersubsidi yang tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat Aceh.
