Indeks
Berita  

Banda Aceh Libatkan 234 Petugas Sensus Ekonomi 2026

© Hak cipta foto diatas dikembalikan sepenuhnya kepada pemilik foto.

DONYAPOST, Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di halaman Balai Kota Banda Aceh, Senin (15/6/2026).

Pada kesempatan itu, Illiza mengajak seluruh pelaku usaha berpartisipasi aktif guna menghasilkan data ekonomi yang akurat sebagai dasar perencanaan pembangunan daerah.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Banda Aceh Afdhal Khalilullah, Sekretaris Daerah Kota Jalaluddin, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Banda Aceh Tedi Herdiawan, para keuchik, serta 234 petugas Sensus Ekonomi 2026.

Dalam sambutannya, Illiza mengapresiasi BPS Banda Aceh yang terus berkomitmen menyediakan data dan informasi statistik berkualitas bagi pembangunan daerah.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh program dan kebijakan, tetapi juga oleh ketersediaan data yang akurat dan dapat dipercaya.

“Ketika berbicara tentang pembangunan, yang sering terlihat oleh masyarakat adalah hasil akhirnya. Namun sebelum semua itu diwujudkan, ada satu hal yang menjadi fondasinya, yaitu data yang akurat dan terpercaya,” ujar Illiza.

Ia mengatakan, Sensus Ekonomi 2026 menjadi instrumen penting untuk memetakan kondisi perekonomian daerah, perkembangan dunia usaha, potensi yang dapat dikembangkan, serta berbagai tantangan yang dihadapi.

“Melalui sensus ini, kita akan memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi perekonomian daerah, perkembangan dunia usaha, potensi yang dapat dikembangkan, serta berbagai tantangan yang perlu kita jawab bersama,” katanya.

Illiza menjelaskan, Banda Aceh saat ini memiliki jumlah penduduk sebanyak 269.552 jiwa yang tersebar di sembilan kecamatan dan 90 gampong. Dari jumlah tersebut, terdapat 134.425 penduduk laki-laki dan 135.127 perempuan.

Selain itu, sekitar 61.715 warga berada pada rentang usia 16 hingga 30 tahun yang merupakan kelompok usia produktif dan berpotensi menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi kota di masa depan.

Menurutnya, potensi sumber daya manusia yang besar tersebut harus didukung dengan data yang mampu menggambarkan kondisi riil masyarakat dan dunia usaha.

“Kita perlu mengetahui siapa yang berusaha, di sektor apa mereka bergerak, bagaimana perkembangannya, dan apa saja kebutuhan yang perlu didukung oleh pemerintah,” ujarnya.

Illiza menambahkan, hasil Sensus Ekonomi 2026 nantinya tidak hanya menjadi bahan penyusunan kebijakan pembangunan di tingkat nasional maupun daerah, tetapi juga menjadi rujukan dalam berbagai publikasi statistik, termasuk Kota Banda Aceh Dalam Angka.

“Buku ini menjadi referensi bagi pemerintah, akademisi, pelaku usaha, investor, media, dan masyarakat dalam memahami kondisi daerah,” katanya.

Karena itu, ia menegaskan bahwa keberhasilan Sensus Ekonomi bukan hanya menjadi tanggung jawab BPS, melainkan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, khususnya para pelaku usaha.

“Saya mengajak seluruh pelaku usaha, baik usaha mikro, kecil, menengah, maupun usaha besar, untuk berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan sensus ini. Saat petugas datang melakukan pendataan, terimalah dengan baik dan berikan informasi yang benar, lengkap, dan sesuai kondisi sebenarnya,” ujar Illiza.

Kepada 234 petugas sensus yang akan bertugas di lapangan, wali kota juga menyampaikan apresiasi dan pesan agar menjalankan tugas secara profesional.

“Saudara-saudara adalah ujung tombak dalam menghasilkan data yang berkualitas. Laksanakan tugas ini dengan penuh integritas, profesionalisme, dan tanggung jawab,” pesannya.

Di akhir sambutannya, Illiza mengajak seluruh jajaran Pemerintah Kota Banda Aceh, Forkopimda, instansi vertikal, akademisi, media massa, komunitas, serta seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

“Data Beutoi, Ekonomi Teuga,” tutup Illiza.

Exit mobile version