Indeks
Berita  

Irwansyah Ajak Semua Pihak Perangi Narkoba Bersama

Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST, resmi menutup Festival Dala’il Khairat se-Kota Banda Aceh, Jumat malam (27/6/2025) di Masjid Babun Najah, Gampong Surien, Kecamatan Meuraxa.

DONYAPOST, Banda Aceh – Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST, mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kolaborasi dalam memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba yang dinilai semakin mengancam kehidupan sosial di Kota Banda Aceh.

Ajakan tersebut disampaikan Irwansyah saat menghadiri Sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Banda Aceh, Rabu (29/7/2026).

Menurut politisi PKS itu, penyalahgunaan narkoba telah menimbulkan dampak yang luas, mulai dari rusaknya keharmonisan rumah tangga hingga meningkatnya angka kriminalitas. Karena itu, pemberantasan narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.

“Dampak penyalahgunaan narkoba sangat besar, mulai dari rusaknya keutuhan rumah tangga hingga meningkatnya angka kriminalitas di Banda Aceh ini,” kata Irwansyah.

Ia menjelaskan, pelaku peredaran narkoba umumnya menggunakan modus memberikan barang haram tersebut secara cuma-cuma kepada calon korban hingga timbul ketergantungan. Setelah kecanduan, korban dipaksa membeli narkoba dan akhirnya terdorong melakukan berbagai cara untuk memperoleh uang.

“Akhirnya, para pengguna akan berupaya mencari uang untuk membeli barang tersebut. Apa pun akan dilakukan, termasuk melakukan tindak kriminal,” ujarnya.

Irwansyah menilai kondisi tersebut semakin memprihatinkan karena sebagian besar pelaku yang terungkap masih berasal dari kalangan anak muda yang seharusnya menjadi generasi penerus bangsa.

“Fenomena kriminalitas yang mulai marak di Kota Banda Aceh saat ini bisa jadi dipicu oleh pengguna narkoba. Rata-rata kita melihat pelakunya masih berusia muda,” katanya.

Ia juga menyoroti maraknya kasus pencurian di Banda Aceh dengan sasaran barang-barang bernilai rendah, seperti celengan masjid, meteran PDAM, hingga mesin pompa air.

Menurutnya, aksi tersebut diduga dipengaruhi oleh ketergantungan terhadap narkoba maupun judi online.

Untuk itu, Irwansyah menekankan pentingnya peran keluarga sebagai benteng utama dalam membentuk karakter anak.

Selain itu, pemerintah gampong juga diharapkan lebih aktif mengawasi aktivitas masyarakat, terutama ketika terdapat kelompok anak muda yang berkumpul hingga larut malam.

“Ketika ada kumpul-kumpul anak muda sampai larut malam, ini perlu diawasi,” ujarnya.

Mengutip data Badan Narkotika Nasional (BNN), Irwansyah menyebut sepanjang 2025 tercatat 116 kasus peredaran narkoba di Banda Aceh.

“Itu hanyalah angka peredaran, lalu berapa jumlah penggunanya? Makanya masyarakat harus ada gerakan bersama untuk melawan ini agar generasi muda kita selamat,” katanya.

Ia menegaskan, perang melawan narkoba merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. “Narkoba ini musuh kita bersama yang harus kita berantas sampai ke akar-akarnya,” tutup Irwansyah. []

Exit mobile version