Indeks
Berita  

IKAPI Aceh Dorong Aceh Book Fair Jadi Agenda Tahunan

DONYAPOST, Jakarta – Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Aceh periode 2026–2031, Dr Mukhlisuddin Ilyas, mendorong penyelenggaraan Aceh Book Fair sebagai agenda tahunan tetap di Provinsi Aceh.

Gagasan tersebut disampaikan dalam Konferensi Kerja Nasional (Konkernas) IKAPI 2026 yang berlangsung pada 3–4 Juni 2026 di Jakarta Pusat.

Usulan tersebut disampaikan di hadapan pengurus pusat dan pengurus IKAPI dari seluruh Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem perbukuan dan literasi di Aceh.

“Dalam momentum Konkernas yang dihadiri pengurus pusat dan seluruh pengurus IKAPI daerah se-Indonesia, saya kembali mewacanakan kalender tetap untuk kegiatan Aceh Book Fair di Provinsi Aceh,” kata Mukhlisuddin kepada media, Kamis (4/6/2026).

Konkernas IKAPI 2026 dibuka Ketua Umum PP IKAPI Arys Hilman didampingi Ketua Dewan Pertimbangan IKAPI, Udanarto Pudji Ludwinto.

Menurut Mukhlisuddin, jika Aceh Book Fair dapat direalisasikan secara rutin, kegiatan tersebut berpotensi menghadirkan penerbit-penerbit besar nasional yang tergabung dalam IKAPI. Kehadiran mereka diyakini akan memperkuat industri perbukuan daerah sekaligus membuka ruang lahirnya penulis-penulis baru dari Aceh.

“Aceh Book Fair nantinya akan memperkuat ekosistem perbukuan dan mendorong tumbuhnya penulis-penulis baru. Untuk mewujudkannya tentu diperlukan dukungan semua pihak,” ujar pendiri Bandar Publishing itu.

Selain menawarkan Aceh Book Fair sebagai program unggulan, IKAPI Aceh juga memperkenalkan sejumlah agenda strategis lainnya untuk periode kepengurusan 2026–2031.

Program tersebut antara lain IKAPI Goes to Campus, Bincang Buku Series, Writing Class, sertifikasi pengelola penerbit melalui LPS Litera, Festival Literasi Aceh, Banda Aceh Islamic Book Festival, penghargaan bagi penulis Aceh, hingga mendorong lahirnya Qanun Perbukuan sebagai payung hukum penguatan literasi daerah.

Mukhlisuddin menegaskan, IKAPI Aceh ingin membangun ekosistem buku yang sehat, profesional, dan mampu mencerdaskan masyarakat.

Karena itu, pihaknya akan memperkuat kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menjadikan Aceh sebagai pusat pengembangan literasi, industri kreatif, dan kewirausahaan berbasis pengetahuan.

“Kepengurusan ini akan berusaha mengajak seluruh stakeholder membangun kemitraan yang positif bagi Aceh sebagai entitas edukasi, kreatif, dan entrepreneurship,” katanya.

IKAPI merupakan organisasi profesi yang menaungi perusahaan penerbit buku di Indonesia. Organisasi yang berdiri pada 17 Mei 1950 itu bertujuan memajukan dunia perbukuan nasional, melindungi kepentingan penerbit dan penulis, serta mendorong peningkatan budaya literasi masyarakat.

Exit mobile version