Indeks
Berita  

PAUD Aceh Besar Didorong Jadi Motor Penggerak Wajib Belajar 13 Tahun

DONYAPOST, Kota Jantho — Bunda PAUD tingkat kecamatan dan gampong didorong mengambil peran lebih aktif dalam memperluas akses dan meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kabupaten Aceh Besar.

Keterlibatan mereka dinilai penting untuk memastikan setiap anak memperoleh pendidikan prasekolah sebagai fondasi memasuki jenjang pendidikan dasar.

Bunda PAUD Kabupaten Aceh Besar, Hj. Rita Mayasari, mengatakan peran tersebut semakin strategis seiring kebijakan pemerintah mendorong pelaksanaan Wajib Belajar 13 Tahun, yang mencakup satu tahun pendidikan prasekolah sebelum anak memasuki sekolah dasar.

Hal itu disampaikan Rita pada kegiatan Apresiasi Bunda PAUD Kecamatan dan Gampong Kabupaten Aceh Besar Tahun 2026 di Gedung Dekranasda Aceh Besar, Kamis (5/11/2026).

Ia didampingi Ketua Pokja Bunda PAUD Aceh Besar, Hj. Nurul Fazli, S.Ag., dan Ketua Sekretariat Pokja Bunda PAUD, Ny. Nurbaiti Bahrul Jamil.

Menurut Rita, masa usia dini atau golden age merupakan periode penting dalam membentuk tumbuh kembang, karakter, dan kecerdasan anak. Karena itu, pendidikan pada tahap tersebut membutuhkan dukungan keluarga, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.

“Keberhasilan Bunda PAUD bukan semata-mata diukur dari penghargaan yang diperoleh, melainkan dari seberapa besar manfaat dan kontribusi yang diberikan bagi pendidikan serta masa depan generasi penerus kita,” ujarnya.

Ia menegaskan, Bunda PAUD di tingkat kecamatan dan gampong harus menjadi penghubung antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan pendidikan anak di tengah masyarakat.

Peran itu tidak cukup hanya berupa dukungan seremonial, tetapi harus diwujudkan melalui pendampingan, koordinasi, dan upaya membangun kesadaran orang tua tentang pentingnya pendidikan sejak dini.

Rita juga mengingatkan bahwa pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama, terutama keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama. Selain kemampuan akademik, pendidikan agama dan pembentukan akhlak harus ditanamkan sejak usia dini.

“Pendidikan itu dimulai dari orang tua. Karena keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama bagi anak. Selain pendidikan akademik, pendidikan agama juga sangat penting untuk ditanamkan sejak dini agar anak tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki akhlak dan nilai-nilai keagamaan yang kuat,” jelasnya.

Kegiatan apresiasi yang berlangsung selama 5–6 November 2026 itu melibatkan 23 Bunda PAUD kecamatan dan 23 Bunda PAUD gampong. Selain memberikan penghargaan atas dedikasi para penggerak PAUD, kegiatan tersebut menjadi ruang berbagi inovasi dan praktik baik dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini.

Rita berharap para Bunda PAUD terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah gampong, tenaga pendidik, dan orang tua. Dengan demikian, semakin banyak anak di Aceh Besar memperoleh layanan PAUD yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan. []

Exit mobile version