DONYAPOST, Jantho — KONI Aceh mengambil alih penyelenggaraan Pra PORA Bola Voli sebagai langkah penyelamatan cabang olahraga tersebut setelah pelaksanaannya sempat tertunda hingga empat kali akibat dinamika internal di tubuh induk organisasi.
Langkah itu ditegaskan Ketua Panitia Pengarah Pra PORA sekaligus Ketua Harian KONI Aceh, Kennedi Husein, saat pembukaan Pra PORA Voli di GOR Jantho Sport City (JSC), Kota Jantho, Aceh Besar, Senin (7/9/2026).
“Pelaksanaan Pra PORA sempat tertunda empat kali karena dinamika internal di induk organisasi. Demi keberlangsungan cabor dan masa depan atlet, KONI Aceh mengambil alih. Setelah ini, penyelenggaraan akan kami kembalikan kepada Pengprov PBVSI Aceh,” jelas Kennedi.
Menurutnya, keputusan tersebut bukan sekadar menyelesaikan persoalan teknis penyelenggaraan. Pra PORA menjadi penting untuk memastikan pembinaan dan kompetisi voli Aceh tetap berjalan serta atlet memiliki kepastian menuju jenjang pertandingan berikutnya.
Pra PORA juga menjadi ajang untuk menjaring tim terbaik yang akan tampil pada PORA XV Aceh Jaya. Selain itu, kompetisi ini menjadi bagian dari proses seleksi pemain potensial untuk persiapan menghadapi Porwil dan Pra PON.
Sebanyak 18 tim kabupaten/kota ambil bagian dalam Pra PORA untuk nomor indoor dan voli pasir. Total peserta mencapai 455 atlet putra dan putri.
Wakil Ketua Panitia Pengarah, H. Musa Bintang, mengatakan pertandingan akan dipimpin 28 wasit berlisensi nasional dari berbagai daerah di Aceh.
Aceh Besar Buka Pintu
Bupati Aceh Besar, Muharram Idris atau Syech Muharram, mengapresiasi keputusan memilih Kota Jantho sebagai lokasi pelaksanaan Pra PORA Voli.
“Kita menyambut baik dan dengan tangan terbuka pelaksanaan Pra PORA Voli di Jantho Sport City ini. Ke depan, kami juga siap dan terbuka untuk kembali menjadi tuan rumah event-event olahraga baik tingkat provinsi maupun nasional,” ujarnya.
Ia menilai fasilitas Jantho Sport City dengan lapangan indoor dan outdoor yang representatif layak menjadi salah satu pusat kegiatan olahraga di Aceh.
“Kami berharap KONI Aceh dapat lebih sering menggelar event di Kota Jantho, Aceh Besar,” katanya.
Syech Muharram juga menyatakan kesiapan Aceh Besar berkolaborasi dengan Kabupaten Aceh Jaya untuk menyukseskan PORA XV 2026.
Ia berharap Pra PORA menjadi ruang lahirnya atlet-atlet terbaik yang nantinya mampu membawa nama Aceh ke tingkat nasional, termasuk PON.
“Semoga dari ajang ini muncul bibit-bibit unggul yang nantinya mampu mengharumkan nama Aceh di tingkat nasional, termasuk pada ajang PON,” harapnya.
Ia turut mengingatkan seluruh peserta menjaga sportivitas, persaudaraan, serta nilai-nilai agama selama kompetisi berlangsung. []






