DONYAPOST, Aceh Tamiang — Badai disertai hujan deras menerjang sejumlah wilayah Kabupaten Aceh Tamiang, Jumat (28/8/2026) malam. Puluhan rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan setelah dihantam angin kencang.
Berdasarkan data yang dikutip donyapost.com dari Waspada.id, Sabtu (29/8), kerusakan tersebar di Kecamatan Karang Baru dan Kecamatan Kota Kuala Simpang. Sebagian besar kerusakan terjadi pada atap rumah yang diterbangkan angin.
Di Kecamatan Karang Baru, sedikitnya 19 bangunan dilaporkan terdampak. Kerusakan antara lain terjadi pada rumah warga, hunian sementara (huntara), tempat usaha hingga fasilitas umum.
Di Dusun Rukun, Desa Bundar, sejumlah rumah warga mengalami kerusakan pada bagian atap. Seng rumah milik Ulis (58), Magono (49), Nopi (56) dan Dedek (49) dilaporkan terangkat atau diterbangkan angin.
Rumah milik Rustam (50) juga mengalami kerusakan pada bagian dinding. Bangunan tersebut merupakan hunian sementara yang dibangun di atas lahan milik sendiri.
Kerusakan juga terjadi pada satu unit huntara milik Marjanah (55) di Dusun Keluarga, Desa Air Tenang. Sementara sebuah gubuk yang dijadikan tempat tinggal Jamilah (60) di Dusun Lestari, Desa Sukajadi, juga dilaporkan rusak.
Dampak badai turut dirasakan warga Desa Kesehatan. Rumah milik Suci Triani (38) mengalami kerusakan pada bagian dinding dan atap.
Di Desa Tanjung Karang, bangunan satu lantai milik almarhum Kamaliah dan sebuah steling tempat berjualan milik Ahmad Dalawi turut terdampak. Rumah Cut Sarah Farida (30) juga mengalami kerusakan pada bagian dinding dan atap.
Sementara di Desa Air Tenang, kerusakan terjadi pada kanopi dan atap sejumlah rumah. Di antaranya milik Yunus (40), Al Hafis (38), Nur Aini (42) dan Herianto (46).
Satu unit huntara milik Abdul Manan (50) dan Radiah (56) di Dusun Keluarga, Desa Air Tenang, juga dilaporkan mengalami kerusakan.
Badai juga merusak kanopi Masjid Al Ikhlas di Desa Tanah Terban. Sementara bangunan Mie Gacoan di Desa Bundar mengalami kerusakan ringan pada bagian plafon.
Huntara di Kota Kuala Simpang Ikut Porak-poranda
Kerusakan lebih banyak ditemukan di Kecamatan Kota Kuala Simpang, khususnya Desa Kota Lintang.
Sedikitnya empat unit huntara yang dihuni warga di Dusun Al-Ikhsan dilaporkan mengalami kerusakan. Seng rumah milik M. Yunus (49), Arif Farah Dila (46), Irmawan (42) dan Asnawati (69) terangkat atau diterbangkan angin.
Selain huntara, enam rumah pribadi warga juga dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian atap.
Rumah milik Asrif, Kamariah (55), Citra Sari (31), Irwansyah (45), Fitriana (55) dan Dahniar Pane (75) di Dusun Al-Ikhsan turut terdampak angin kencang.
Laporan lainnya menyebutkan sejumlah bagian atap Kantor Bupati Aceh Tamiang di kawasan Karang Baru juga diterbangkan angin.
Sejumlah kafe di Karang Baru turut mengalami kerusakan. Angin kencang juga menyebabkan kerusakan pada jaringan listrik di Desa Bundar.
Tak hanya bangunan, sejumlah pohon di berbagai titik juga tumbang akibat diterjang angin.
BPBD Belum Terima Laporan Resmi
Meski data kerusakan warga mulai bermunculan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang mengaku belum menerima laporan resmi dari pihak kecamatan terkait rumah warga yang rusak.
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tamiang, Imam Suhery, saat dikonfirmasi Waspada.id, Sabtu (29/8), mengatakan pihaknya belum menerima laporan tersebut.
“Belum ada laporan dari pihak kecamatan se-Aceh Tamiang,” tegas Imam.
Namun, BPBD memastikan telah menangani sejumlah pohon tumbang yang terjadi akibat cuaca ekstrem tersebut.
Menurut Imam, terdapat tujuh titik pohon tumbang yang telah ditangani petugas. Proses pembersihan bahkan berlangsung hingga Sabtu dini hari.
“Petugas bekerja keras untuk membersihkan pohon tumbang sampai Sabtu (29/8) pukul 03.00 pagi,” ujarnya.
Pendataan dampak badai dan hujan deras masih diperlukan untuk memastikan keseluruhan kerusakan yang terjadi di sejumlah wilayah Aceh Tamiang. [wpsid]
