DONYAPOST, Aceh Besar — Tim dosen Universitas Syiah Kuala (USK) mendorong ibu rumah tangga di Desa Barabung, Aceh Besar, mengolah belimbing wuluh menjadi sabun cuci piring sebagai inovasi untuk meningkatkan nilai tambah potensi lokal.
Inovasi tersebut dikembangkan melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Pembangunan Berkelanjutan (PKM-PBP) yang melibatkan dosen dari bidang Teknik Kimia dan Farmasi.
Ketua tim pelaksana, Dr. Ir. Syaubari, M.Sc., bersama anggota tim apt. Nur Irhamni Sabrina, S.Farm., M.Farm., mengatakan program tersebut bertujuan membantu dan memberdayakan masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, dalam meningkatkan nilai tambah belimbing wuluh.
Selama ini, sebagian besar belimbing wuluh yang dimanfaatkan masyarakat hanya digunakan sebagai bahan masakan atau diolah menjadi asam sunti, salah satu bumbu khas Aceh dengan nilai ekonomi yang relatif rendah.
Melalui program tersebut, kelompok ibu-ibu PKK Desa Barabung mendapat pelatihan membuat sabun cuci piring berbahan ekstrak belimbing wuluh.
“Kegiatan ini melibatkan kelompok ibu-ibu PKK Desa Barabung. Pelatihan pembuatan sabun cuci piring ekstrak belimbing wuluh ini menggunakan teknologi sederhana, aman, hemat energi, dan mudah diterapkan pada skala rumah tangga,” ucapnya.
Program itu menargetkan peningkatan keterampilan peserta minimal 80 persen dalam memproduksi sabun cuci piring secara mandiri.
Peserta juga diharapkan mampu menghasilkan sabun cuci piring berbasis ekstrak belimbing wuluh dengan kapasitas awal minimal 50 botol per bulan.
Selain itu, program ditargetkan mampu membentuk satu kelompok usaha masyarakat yang aktif dalam produksi dan pemasaran produk, sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi dan mengurangi limbah organik.
“Program ini tidak hanya fokus pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga membangun jiwa kewirausahaan masyarakat desa. Kami berharap Desa Barabung dapat menjadi contoh desa produktif berbasis ekonomi sirkular,” ujarnya.
Sekretaris Desa Barabung, Heri Muliadi, A.Md., menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, pelatihan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Warga, kata dia, kini mengetahui cara praktis dan sederhana membuat sabun cuci piring sekaligus memahami manfaat ekstrak belimbing wuluh.
“Ini peluang besar untuk meningkatkan ekonomi desa, apalagi sabun cuci piring juga merupakan kebutuhan rumah tangga dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Dengan dukungan USK, Desa Barabung diharapkan dapat menjadi pionir pemanfaatan belimbing wuluh menjadi produk bernilai tinggi.
Inovasi tersebut sekaligus diarahkan untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal yang berkelanjutan.
