DONYAPOST, Taheran – Tim Nasional Iran akan terbang ke Los Angeles sehari sebelum menjalani laga perdana Grup Piala Dunia 2026 melawan Selandia Baru pada 15 Juni mendatang.
Kepastian itu disampaikan Federasi Sepak Bola Iran, Selasa (9/6/2026), di tengah situasi yang belum sepenuhnya kondusif akibat persoalan visa dan ketegangan politik antara Iran dan Amerika Serikat.
Juru Bicara Federasi Sepak Bola Iran, Amir Mehdi Alavi, mengatakan tim akan tetap bermarkas di Tijuana, Meksiko, sepanjang turnamen meski seluruh pertandingan fase grup mereka berlangsung di Amerika Serikat.
“Sesuai program FIFA, delegasi tim akan berangkat ke Amerika Serikat menggunakan penerbangan charter. Tim akan menuju kota tuan rumah sehari sebelum pertandingan melawan Selandia Baru,” kata Alavi seperti dikutip kantor berita ISNA.
Setelah menghadapi Selandia Baru di Los Angeles, Iran dijadwalkan bertemu Belgia di kota yang sama pada 21 Juni dan Mesir di Seattle pada 26 Juni. Untuk dua pertandingan terakhir tersebut, tim akan tiba di lokasi pertandingan dua hari sebelum laga berlangsung.
Partisipasi Iran di Piala Dunia 2026 sempat menjadi sorotan setelah 15 anggota delegasi yang bertugas di bidang manajemen dan administrasi tidak mendapatkan visa masuk ke Amerika Serikat. Meski demikian, seluruh pemain dan staf pelatih telah mengantongi dokumen perjalanan yang diperlukan.
Persoalan visa itu muncul hanya beberapa hari menjelang dimulainya Piala Dunia 2026 yang digelar bersama oleh Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Di sisi lain, Menteri Olahraga Iran Ahmad Donyamali mengingatkan penyelenggara agar memastikan tidak ada simbol maupun slogan yang dianggap bertentangan dengan Republik Islam Iran selama pertandingan berlangsung.
“Jika kami melihat bendera atau simbol selain bendera Republik Islam Iran, atau terdengar slogan yang melanggar norma, maka ofisial tim berkewajiban meminta pertandingan dihentikan sampai situasi diperbaiki,” ujarnya seperti dikutip kantor berita resmi IRNA.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya sensitivitas politik seiring hubungan yang masih memanas antara Teheran dan Washington.
Sementara itu, FIFA tetap melarang penggunaan simbol dan pesan politik di seluruh pertandingan Piala Dunia sebagai bagian dari regulasi resmi turnamen.
Sumber: supersport.com
