DONYAPOST, Meulaboh — Rektor Universitas Teuku Umar (UTU), Prof. Dr. Nyak Amir, M.Pd., memprediksi Argentina akan mempertahankan gelar juara pada final Piala Dunia FIFA 2026 menghadapi Spanyol.
Menurut Guru Besar Ilmu Keolahragaan itu, pengalaman bertanding di level tertinggi, kematangan taktik, dan mental juara menjadi faktor yang membuat La Albiceleste sedikit lebih diunggulkan.
Laga puncak yang mempertemukan Argentina dan Spanyol akan berlangsung di Stadion MetLife, New York New Jersey, Amerika Serikat, Senin (20/7/2026) pukul 02.00 WIB.
Spanyol melaju ke final setelah menyingkirkan Prancis dengan skor 2-0, sementara Argentina memastikan tempat di partai puncak usai menundukkan Inggris 2-1.
Prof. Nyak Amir menilai final kali ini bukan sekadar pertarungan dua tim terbaik dunia, tetapi juga benturan dua filosofi sepak bola modern. Argentina datang dengan permainan yang matang di bawah arahan Lionel Scaloni, sedangkan Spanyol mengandalkan dominasi penguasaan bola yang dipadukan dengan energi generasi muda seperti Lamine Yamal.
Menurutnya, pada level tertinggi kualitas teknik kedua tim relatif berimbang. Karena itu, penentu kemenangan justru terletak pada aspek fisik, disiplin taktik, kesiapan mental, dan efektivitas memanfaatkan peluang.
“Final Piala Dunia selalu ditentukan oleh detail-detail kecil. Pada level tertinggi, kualitas teknik kedua tim relatif seimbang. Yang membedakan adalah kesiapan fisik menghadapi tekanan pertandingan, disiplin menjalankan strategi, kemampuan menjaga konsentrasi selama 90 menit atau lebih, serta efektivitas memanfaatkan setiap peluang,” ujar Prof. Nyak Amir di Meulaboh.
Ia menambahkan, keberadaan sejumlah pemain Argentina yang pernah merasakan gelar juara dunia memberikan stabilitas emosional yang sangat penting ketika menghadapi tekanan di partai final.
“Argentina memiliki kultur juara yang sangat kuat. Pengalaman bertanding di laga-laga penting menjadi modal besar untuk mengendalikan tempo permainan.”
“Sebaliknya, Spanyol memiliki energi luar biasa melalui pemain-pemain muda yang mampu menjaga intensitas permainan sejak menit awal hingga akhir. Oleh karena itu, pertandingan kemungkinan akan ditentukan oleh efektivitas transisi menyerang dan bertahan,” katanya.
Prof. Nyak Amir juga menyoroti data statistik sepanjang turnamen. Menurutnya, Argentina tampil sangat efisien dengan produktivitas gol yang melampaui nilai expected goals (xG).
Final kali ini bahkan tercatat sebagai laga perebutan gelar dengan peringkat Elo tertinggi dalam sejarah Piala Dunia, menandakan kualitas kedua tim yang sangat berimbang.
Dari perspektif ilmu keolahragaan, ia menekankan pentingnya pengelolaan kondisi fisik selama turnamen yang digelar di Amerika Utara dengan jadwal padat dan variasi cuaca yang ekstrem.
“Dalam perspektif ilmu keolahragaan, faktor recovery, rotasi pemain, adaptasi terhadap suhu, hingga pengelolaan kelelahan menjadi variabel yang sangat memengaruhi performa. Tim yang mampu menjaga kualitas fisik pemain hingga menit-menit akhir memiliki peluang lebih besar untuk keluar sebagai juara,” jelasnya.
Selain memberikan analisis teknis, Rektor UTU juga mengimbau masyarakat agar menyambut final Piala Dunia dengan semangat sportivitas. Ia meminta para pendukung kedua tim menjaga ketertiban dan menghindari konflik, baik di dunia nyata maupun di media sosial.
“Prinsip utama dalam olahraga adalah sportivitas. Kalah dan menang adalah suatu keniscayaan. Namun persatuan masyarakat harus diutamakan,” tegasnya.
Menurut Prof. Nyak Amir, final Piala Dunia 2026 juga memiliki nilai edukatif yang tinggi bagi dunia akademik. Pertandingan tersebut dapat menjadi bahan kajian mengenai penerapan sport science, kepelatihan modern, analisis performa, hingga sistem pembinaan atlet usia muda.
“Argentina menunjukkan bagaimana pengalaman, organisasi permainan, dan efisiensi mampu menghasilkan prestasi. Di sisi lain, Spanyol memperlihatkan pentingnya regenerasi yang berhasil melalui pembinaan usia muda.”
“Apa pun hasil akhirnya, pertandingan ini menjadi referensi yang sangat baik bagi dunia akademik untuk mengkaji hubungan antara sport science, kepelatihan, analisis performa, dan pengembangan atlet,” pungkasnya. []
