Indeks
Berita  

UIN Ar-Raniry Gandeng Badan Bahasa Perkuat Internasionalisasi Kampus

Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Mujiburrahman dan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin foto bersama usai penandatanganan naskah kerja sama antara kedua pihak di Aula Balai Bahasa Provinsi Aceh, Banda Aceh, Senin (20/4/2026). | Foto Ist

DONYAPOST, Banda Aceh – UIN Ar-Raniry Banda Aceh menjalin kerja sama strategis dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa untuk memperkuat pengembangan bahasa Indonesia di lingkungan akademik dan masyarakat.

Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Rektor UIN Ar-Raniry Mujiburrahman dan Kepala Badan Bahasa Hafidz Muksin di Aula Balai Bahasa Provinsi Aceh, Senin (20/4/2026).

Turut hadir Kepala Pusat Pemberdayaan Bahasa dan Sastra Iwa Lukmana serta Kepala Balai Bahasa Aceh Muhammad Irsan, bersama jajaran dari kedua institusi.

Kerja sama ini mencakup berbagai program strategis, mulai dari peningkatan kompetensi sumber daya manusia melalui seminar, lokakarya, dan FGD, hingga pengabdian masyarakat, pelaksanaan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI), kajian kebahasaan, program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), layanan penerjemahan, serta pembinaan bahasa hukum.

Rektor Mujiburrahman menegaskan bahwa penguatan kebahasaan menjadi bagian penting dalam pengembangan kampus, terutama untuk mendukung visi internasionalisasi.

Ia menyebut UIN Ar-Raniry tengah mengembangkan lembaga bahasa dengan dukungan kerja sama internasional, termasuk dengan Mohamed Bin Zayed University for Humanities, yang mencakup peningkatan fasilitas laboratorium, kurikulum, dan kapasitas dosen.

“Ke depan, penguasaan bahasa, khususnya Arab dan Inggris, menjadi kebutuhan penting bagi mahasiswa agar mampu bersaing di tingkat global,” ujarnya.

Sementara itu, Hafidz Muksin menekankan pentingnya penguatan literasi dan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, baik di ruang akademik maupun publik.

“Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan, tetapi benar-benar berdampak pada peningkatan literasi dan kemahiran berbahasa,” katanya.

Melalui kolaborasi ini, kedua pihak juga mendorong keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam berbagai program kebahasaan, seperti magang, pendampingan masyarakat, serta penguatan budaya literasi.

Kerja sama ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas penggunaan bahasa Indonesia secara akademis, profesional, dan sosial, sekaligus memperkuat peran Aceh dalam pengembangan kebahasaan di tingkat nasional.

Exit mobile version