Bisnis  

BAS Diminta Ambil Peran Utama di Sektor Perbankan Aceh

Isa Alima

DONYANEWS, Banda Aceh — Ketua Dewan Pimpinan Daerah Brigade Anak Serdadu (DPD BAS) Aceh, Drs. Isa Alima, menyayangkan kerusakan sistem pada Bank Syariah Indonesia (BSI) yang berdampak besar terhadap masyarakat Aceh. Namun dia juga melihat potensi besar yang bisa diambil sebagai hikmah dari kejadian ini.

Saat ini sistem di BSI berangsur normal. Namun Isa mengatakan kendala dalam dua hari terakhir membuat masyarakat, terutama dalam melakukan transaksi keuangan lewat perbankan, terkendala.

“Apalagi tidak banyak pilihan produk perbankan di Aceh. Kejadian ini jelas sulit diterima. Namun kita juga memiliki kesempatan untuk menjadikan peristiwa itu untuk mengoptimalkan produk perbankan milik Aceh, yakni Bank Aceh,” kata Isa dalam keterangan tertulis, Ahad (14/5/2023).

Isa mengatakan, kerusakan sistem pada BSI ini memunculkan kembali wacana untuk memberikan izin kepada industri perbankan konvensional beroperasi di Aceh. Padahal sejak berlakunya Qanun Nomor 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah, hanya perbankan berbasis syariah yang boleh beroperasi.

Hal ini, kata Isa, terjadi karena tidak maksimalnya peran Bank Aceh untuk mengisi ceruk pasar yang ada. Sejak mengalihkan operasional menjadi syariah, kemampuan BAS mengisi pasar yang ada kalah agresif.

“Contoh kecil, di pinggir jalan, yang kita lihat hanya gerai atau lapak BSI untuk tarik tunai, setor tunai, atau transaksi perbankan lain. Tidak ada tulisan Bank Aceh di kios-kios kecil itu. BSI memulai dari titik nol. Seharusnya, sebagai bank daerah, peran itu diambil oleh Bank Aceh,” kata Isa.

Di daerah dengan persaingan yang tidak terlalu sengit, seperti di Aceh, manajemen bank plat merah itu seharusnya jeli melihat peluang serta serius menggarap peluang tersebut. Sehingga Bank Aceh tidak sekadar ada. Bank ini, kata Isa, seharusnya menjadi nadi perekonomian Aceh.

Karena itu dia meminta agar direktur baru Bank Aceh Syariah (BAS) memikirkan ulang arah bisnis BAS. Direktur baru, kata dia, harus kreatid, inovatif, berani bertindak, dan memiliki pola pikir yang berkembang. Bahkan, kata Isa, seorang direktur Bank Aceh harus mampu meramalkan masa depan bank.

“Bank Aceh ini bank pioneer. Bahkan Bank Aceh Syarih (BAS) adalah bank plat merah pertama yang beroperasi seutuhnya dengan sistem syariah. Karena itu manajemen Bank Aceh perlu lebih jeli melihat peluang dan mengembangkan ekosistem keuangan digital. Sehingga masyarakat Aceh tidak bergantung lagi pada bank luar. Na ata droe, kepeu ata gob,” ujar Isa Alima.