DONYAPOST, Banda Aceh — Masyarakat mengaku kecewa dengan PB PON XXI yang katanya menyediakan 7 ribu undangan gratis. Nyatanya, mereka tidak mendapat akses untuk memperoleh undangan.
“Kami sudah datang dari jam 7 pagi. Katanya dibagi pukul 11 siang. Ini sudah sampai waktu Zuhur kami antre, malah katanya undangan sudah habis,” keluh seorang perempuan kepada awak media, Senin (9/9/2024) di Gedung E kompleks Kantor Gubernur Aceh.
Gadis yang mengaku masih mahasiswa ini beserta tiga rekannya sudah mendaftar via google form, sebagaimana informasi yang disebar PB PON sebelumnya. “Kami sudah isi semua, tapi tak ada lagi undangannya,” ujar dia dengan nada kecewa.
Rasa kecewa juga diutarakan puluhan warga lainnya yang sedang mengantri di Gedung E tersebut. Bahkan, beberapa perempuan yang mengantongi ID Card Panitia PON juga tidak mendapat akses undangan.
Hasil pantauan media ini, kebanyak perempuan ini bertugas sebagai LO.
Di bagian lain, seorang pemuda berbaju hitam hanya bisa protes kepada petugas di ruang tersebut. Petugas serta beberapa mereka dari Satpol PP hanya bisa diam.
“Kami sudah dari tadi pagi antri di sini, kepada tidak ada yang bertanggung jawab menjelaskan kepada kami, Kenapa kami tidak dapat. Kalau memang tak ada lagi, seharusnya ada petugas yang memberi penjelasan kepada kami,” protes dia.

Sebelumnya Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh, M Nasir Syamaun, menjelaskan, undangan gratis ini dimaksudkan untuk memberi kesempatan kepada masyarakat Aceh agar dapat menyaksikan langsung Upacara Pembukaan PON XXI di Stadion Harapan Bangsa Lhoong Raya, yang akan dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo.
Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI, yang diselenggarakan di Aceh dan Sumatera Utara, merupakan momen bersejarah bagi Aceh sebagai tuan rumah. Untuk merayakan acara ini, Pemerintah Aceh bersama PB PON XXI Aceh telah menyediakan 7 ribu undangan gratis untuk masyarakat
Stadion Harapan Bangsa memiliki kapasitas 17 ribu kursi, namun tidak cukup untuk menampung semua permintaan dari masyarakat Aceh, serta kontingen dan tamu undangan dari seluruh provinsi di Indonesia dan IKN.
Dari 7 ribu undangan yang disediakan, 4 ribu akan diberikan kepada masyarakat dari seluruh Aceh, sementara 3 ribu undangan tambahan akan dibagikan kepada warga sekitar stadion, termasuk Banda Aceh dan Aceh Besar.
Bagi yang tidak mendapatkan undangan, panitia akan mengadakan nonton bareng di lokasi yang akan diumumkan kemudian. Selain itu, masyarakat juga bisa menonton pertandingan secara langsung tanpa biaya, dengan memperhatikan kapasitas masing-masing venue.






