Sport  

PBI Aceh Lantik Pengurus Banda Aceh, Dorong Kebangkitan Boling

DONYAPOST, Banda Aceh — Ketua Umum Persatuan Boling Indonesia (PBI) Aceh, T. Feriansyah, melantik Pengurus Cabang (Pengcab) PBI Kota Banda Aceh dengan menegaskan komitmen membangkitkan potensi olahraga boling yang selama ini dinilai belum tergarap maksimal.

Dalam pelantikan yang berlangsung Sabtu (2/5/2026), Hendra Halim SE dikukuhkan sebagai Ketua Umum Pengcab PBI Banda Aceh, didampingi Iskandar SP sebagai sekretaris dan Ir Ahmandiar MSc sebagai bendahara. Struktur kepengurusan juga dilengkapi empat bidang untuk mendukung kinerja organisasi.

Pelantikan tersebut juga dihadiri sejumlah pengurus PBI Aceh, pengurus KONI Banda Aceh, Anggota DPRK Banda Aceh H Aulia Rahmad, ST, MA, serta calon atlet.

Dalam sambutannya, T. Feriansyah menegaskan, momentum pelantikan ini bukan sekadar formalitas organisasi, tetapi langkah awal membangun masa depan boling di Banda Aceh.

“Kita berkumpul bukan sekadar untuk menggugurkan kewajiban organisasi, melainkan untuk meletakkan batu pertama bagi masa depan olahraga boling di kota yang kita cintai ini,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Banda Aceh, khususnya Wakil Wali Kota, yang dinilai menunjukkan dukungan nyata terhadap pengembangan olahraga sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda.

“Kehadiran pemerintah adalah bukti bahwa olahraga bukan hanya aktivitas fisik, tetapi investasi karakter,” katanya.

Feriansyah menilai, boling kerap dipandang sebagai olahraga rekreasi semata. Padahal, menurutnya, olahraga ini menuntut presisi, ketenangan, disiplin, dan strategi.

“Setiap gelindingan bola adalah perpaduan presisi dan fokus. Untuk menjatuhkan sepuluh pin, tidak cukup dengan tenaga, tetapi butuh strategi dan konsentrasi tinggi,” ujarnya.

Ketua Umum PBI Aceh, T. Feriansyah menyerahkan SK kepada Ketua Umum Pencab PBI Banda Aceh Hendra Halim. 

Ia menggambarkan kondisi boling di Banda Aceh saat ini sebagai “raksasa yang sedang tidur” — memiliki potensi besar, namun membutuhkan organisasi yang solid untuk mengembangkannya.

“Kita ingin melihat anak-anak muda Banda Aceh berdiri di lintasan dengan percaya diri, membawa pulang prestasi dan mengharumkan nama daerah,” tegasnya.

Menurutnya, visi tersebut membutuhkan dukungan nyata, terutama dari pemerintah daerah, termasuk penyediaan fasilitas olahraga yang memadai.

“Kita bermimpi Banda Aceh suatu saat memiliki fasilitas boling yang membanggakan, bahkan mampu menjadi tuan rumah event nasional,” tambahnya.

Feriansyah juga mengajak seluruh pengurus dan pemangku kepentingan untuk bersinergi membangun fondasi organisasi yang kuat dan berkelanjutan.

“Kita harus membangun organisasi ini di atas komitmen yang kokoh, bukan sekadar formalitas. Siapapun yang memimpin, harus didukung penuh demi kemajuan bersama,” ujarnya.

Ia menegaskan, musyawarah organisasi bukan hanya soal memilih pemimpin, tetapi menyatukan visi untuk membawa PBI Banda Aceh ke arah yang lebih baik.

“Mari kita keluar dari ruangan ini dengan satu tekad: membawa PBI Kota Banda Aceh menuju puncak prestasi,” pungkasnya.