Berita  

Aceh Besar Dapat 200 Dosis Semen Beku Sapi Unggul Gama

Gambar Ilustrasi dibuat AI

DONYAPOST, Aceh Besar — Pemulihan sektor peternakan pascabanjir di Aceh mulai diarahkan pada peningkatan kualitas genetik sapi. Kabupaten Aceh Besar menjadi salah satu daerah penggerak program inseminasi buatan menggunakan semen beku sapi unggul Gama yang mendapat alokasi 200 dosis dari Kementerian Pertanian untuk Provinsi Aceh.

Program tersebut menyasar peternak terdampak banjir 2025 sekaligus menjadi upaya meningkatkan produktivitas ternak dan memperkuat ketahanan pangan daerah.

Penyaluran bantuan sekaligus peluncuran pemanfaatan semen beku sapi Gama berlangsung di Desa Bueng Bakjok, Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar, Jumat (6/11/2026).

Dalam kegiatan itu, para peternak membawa sapi betina milik masing-masing untuk mengikuti proses inseminasi buatan yang dilakukan petugas.

Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, drh. Ade Kurniawan Abdy, didampingi Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Uzir, S.Pt., M.Si., mengatakan Aceh Besar menjadi salah satu daerah yang berperan dalam pelaksanaan program pengembangan sapi unggul tersebut di Aceh.

“Kita ada 200 dosis yang diberikan untuk Aceh. Aceh Besar menjadi motor utama dalam pelaksanaan program ini. Tujuannya meningkatkan produktivitas ternak, terutama dengan melihat dampak bencana terhadap ketersediaan pangan,” kata Ade.

Ia menegaskan, Dinas Pertanian Aceh Besar siap mendukung program pemerintah yang berorientasi pada peningkatan produksi peternakan dan ketahanan pangan. Pemanfaatan semen beku sapi Gama juga diharapkan memperkenalkan teknologi pembibitan unggul kepada peternak.

Namun, menurut Ade, kuota untuk masing-masing kabupaten/kota di Aceh belum ditetapkan karena program tersebut masih berada dalam tahap awal pengujian dan pengembangan. Hasil pelaksanaan di lapangan akan menjadi bahan evaluasi sebelum pemanfaatannya diperluas.

“Kita masih melihat hasil uji coba ini. Insya Allah, pengalaman dari pelaksanaan di lapangan akan menjadi dasar pengembangan berikutnya. Peternak nantinya dapat berkoordinasi melalui dinas pertanian kabupaten/kota untuk mengusulkan kebutuhan kepada pemerintah provinsi dan Kementerian Pertanian,” ungkapnya.

Sementara itu, Prof. Ir. Panjono, peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM), menjelaskan semen beku sapi Gama merupakan hasil pengembangan dan persilangan genetik yang dilakukan para peneliti dalam negeri selama sekitar 12 tahun.

Menurutnya, hasil pengembangan tersebut telah menunjukkan kemampuan adaptasi yang baik terhadap lingkungan dan kebutuhan peternak.

“Setelah kami melaksanakan pengembangan lebih dari setahun pada tahap pemanfaatan ini, menurut kami sudah masuk kategori adaptif terhadap pengguna dan hasilnya bagus, bahkan sesuai harapan kami,” terangnya.

Semen beku sapi Gama dikembangkan melalui persilangan genetik dengan Brahman sebagai salah satu rumpun induk betina dan Belgian Blue sebagai rumpun pejantan.

Program yang dilaksanakan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat ini diharapkan memperluas pemanfaatan teknologi inseminasi buatan untuk menghasilkan keturunan sapi dengan kualitas genetik lebih baik.

Melalui program tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar berharap peternak terdampak banjir dapat kembali mengembangkan usaha ternaknya dengan dukungan bibit unggul.

Selain membantu pemulihan ekonomi peternak, peningkatan kualitas genetik dan produktivitas sapi diharapkan turut memperkuat pasokan daging serta ketahanan pangan daerah dan nasional. []