DONYAPOST, Banda Aceh — Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh membuka peluang kolaborasi dengan dua lembaga yang memiliki pengalaman mendampingi persoalan kesehatan mental masyarakat Indonesia di luar negeri.
Penjajakan kerja sama dengan Kesmenesia dan Ruanita Indonesia itu diarahkan tidak hanya pada kegiatan akademik, tetapi juga untuk membawa pengalaman praktis penanganan persoalan kesehatan jiwa ke dalam proses pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat di Fakultas Psikologi UIN Ar-Raniry.
Pembahasan kerja sama berlangsung secara daring, Selasa (8/9/2026), dan diikuti pimpinan Fakultas Psikologi UIN Ar-Raniry bersama perwakilan kedua lembaga.
Dekan Fakultas Psikologi UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Muslim, M.Si., mengatakan pengalaman kedua lembaga tersebut dapat menjadi sumber pembelajaran bagi mahasiswa dan dosen karena bersentuhan langsung dengan persoalan kesehatan mental masyarakat Indonesia dalam konteks yang berbeda.
“Mahasiswa dan dosen bisa belajar dari pengalaman langsung para praktisi maupun masyarakat yang mereka dampingi, bukan hanya dari teori di kelas,” kata Muslim.
Kesmenesia memiliki jaringan tenaga kesehatan mental asal Indonesia yang bekerja di Eropa, termasuk psikolog dan perawat jiwa. Sementara Ruanita Indonesia bergerak dalam pendampingan serta pemberian dukungan sosial bagi masyarakat Indonesia di luar negeri, terutama perempuan.
Menurut Muslim, pengalaman tersebut membuka ruang bagi Fakultas Psikologi untuk memperluas jejaring akademik sekaligus memperkuat perspektif internasional dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.
“Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat meningkatkan pelaksanaan tridarma perguruan tinggi yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang berorientasi internasional,” ujarnya.
Sejumlah bentuk kolaborasi mulai dibahas, antara lain studi banding, kuliah pakar dengan menghadirkan praktisi kesehatan jiwa dari luar negeri, serta pelatihan Psychological First Aid (PFA) bagi mahasiswa dan dosen.
Kolaborasi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat juga masuk dalam pembahasan. Fakultas Psikologi bahkan membuka kemungkinan melibatkan organisasi mahasiswa dalam berbagai kegiatan bersama.
Angkat Suara Penyintas
Kerja sama tersebut juga diarahkan pada agenda yang lebih spesifik. Salah satunya seminar internasional untuk memperingati Hari Kesehatan Mental Dunia pada 10 Oktober 2026.
Seminar bertema “Lived Experiences Heard: Real Voices, Real Change” itu dirancang menghadirkan pembicara dari dalam dan luar negeri.
Pembahasan akan menempatkan pengalaman penyintas dan orang yang pernah mengalami persoalan kesehatan mental sebagai bagian penting dalam pengembangan kebijakan maupun layanan kesehatan jiwa.
Perspektif masyarakat Indonesia yang tinggal di luar negeri juga akan menjadi salah satu konteks pembahasan.
Kehadiran pengalaman langsung dari masyarakat dan praktisi dinilai penting agar pendidikan psikologi tidak berhenti pada pendekatan teoritis, tetapi juga memahami persoalan kesehatan jiwa berdasarkan kondisi yang dihadapi masyarakat.
Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Wilayah Aceh, Dr. Barmawi, M.Si., menyatakan dukungannya terhadap penjajakan tersebut.
Menurut Barmawi, HIMPSI Aceh siap terlibat dalam kegiatan yang disepakati para pihak, terutama untuk memastikan aspek keilmuan dan etika profesi tetap menjadi perhatian.
“HIMPSI Wilayah Aceh menyambut baik kerja sama ini dan siap berkolaborasi, khususnya dalam memastikan standar keilmuan dan etika profesi psikologi tetap terjaga,” kata Barmawi.
Nota kesepahaman antara Fakultas Psikologi UIN Ar-Raniry, Kesmenesia, dan Ruanita Indonesia dijadwalkan ditandatangani pada Jumat (18/9/2026).
Jika terealisasi, kerja sama tersebut akan menjadi pintu masuk bagi Fakultas Psikologi UIN Ar-Raniry untuk memperluas jejaring akademik sekaligus membawa pengalaman penanganan kesehatan mental masyarakat Indonesia di luar negeri ke dalam ruang pendidikan dan penelitian di Aceh. []






