Indeks

Setelah 16 Tahun, Ibnu Hiban Bangkitkan Tinju Aceh di Kejurnas 2026

Ketua Pertina Aceh Muksalmina bersama Ibnu Hiban

DONYAPOST, Jakarta — Penantian panjang tinju Aceh akhirnya berakhir. Ibnu Hiban merebut medali emas kelas 80 kilogram Elite Men pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tinju Piala Menko Infrastruktur 2026 di Pluit Mall, Jakarta Utara, 19–25 Oktober.

Prestasi ini sekaligus mengakhiri puasa emas Aceh di ajang kejurnas selama 16 tahun. Petinju asal Desa Lampanah, Indrapuri, Aceh Besar, itu memastikan gelar juara setelah menundukkan petinju andalan Riau, Amien Hardinda, melalui kemenangan angka mutlak pada partai final.

Sebelumnya, Ibnu tampil impresif di semifinal dengan mengalahkan petarung Lampung, Renaldi Nengolan, melalui kemenangan knockout (KO) pada ronde pertama.

Capaian tersebut menjadi tonggak penting bagi Pengurus Provinsi Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pengprov Pertina) Aceh. Setelah belasan tahun tanpa emas kejurnas, Ibnu membuktikan bahwa pembinaan yang konsisten mampu mengantarkan petinju Aceh kembali ke podium tertinggi nasional.

Ketua Pertina Aceh, Muksalmina, menyebut keberhasilan itu merupakan buah dari perjuangan panjang atlet dan tim pelatih, ditopang program pemusatan latihan yang berlangsung selama berbulan-bulan.

“Ini adalah buah dari perjuangan yang sangat panjang,” ungkap pria yang akrab disapa Bang Mex ini.

Menurutnya, lima atlet yang dikirim ke kejurnas telah menjalani pemusatan latihan (TC) mandiri di bawah pembinaan Pengprov Pertina Aceh sejak April 2026. Program tersebut berlanjut dengan TC penuh dari KONI Aceh mulai Juni hingga kejuaraan berlangsung.

Dikatakan, Pertina Aceh mengirimkan lima petinju dan dua pelatih, yakni Mario Razura Lubis dan Rucky. Selain Ibnu Hiban di kelas 80 kilogram, tim Aceh diperkuat Muhammad Apriadi Tuhu Teru (75 kilogram), Dafa Farel Azmi (57 kilogram), Muhammad Saidin Hamzah (54 kilogram), serta Adinda Friskayani yang turun di kelas 54 kilogram Elite Woman.

Menurut Bang Mex, bagi Ibnu, medali emas ini bukan hasil yang datang secara instan. Petinju putra pasangan Ismail Usman dan Salma tersebut telah menekuni olahraga tinju sejak duduk di bangku SMP. Bertahun-tahun berlatih dan bertanding akhirnya mengantarkannya pada pencapaian bersejarah bagi Aceh.

Pertina Aceh, sambung dia, menyampaikan apresiasi kepada KONI Aceh, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh, serta seluruh pihak yang telah mendukung persiapan dan keberangkatan atlet.

Disebutkan, keberhasilan Ibnu juga menjadi dorongan bagi pembinaan tinju Aceh untuk menghadapi agenda yang lebih besar. “Kita mengimbau para atlet menjaga konsistensi latihan dan meningkatkan kemampuan sebagai persiapan menghadapi Pra-PON dan PON mendatang,” ujar dia.

Dikatakan Muksalmina, targetnya bukan sekadar mengakhiri penantian panjang, melainkan menjaga prestasi agar tinju Aceh kembali kompetitif di tingkat nasional dan melahirkan petinju-petinju berprestasi berikutnya. []

Exit mobile version