Berita  

Pasar Tani Aceh di Pidie Jaya, Dorong Pemulihan Ekonomi Pascabencana

DONYAPOST, Pidie Jaya — Pemerintah Aceh melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh bersama Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya menggelar Road Show Pasar Tani Aceh 2026 di Mideun, Kompleks Kantor Camat Meureudu, Pidie Jaya, Senin (28/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang transaksi langsung bagi masyarakat untuk mendapatkan produk pertanian, pangan dan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Pasar Tani juga diarahkan sebagai salah satu upaya pengendalian inflasi sekaligus mendorong pemulihan ekonomi Pidie Jaya setelah terdampak bencana hidrometeorologi.

Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Pidie Jaya, Muhammad Nur, mengatakan kegiatan tersebut terlaksana setelah Pemkab Pidie Jaya mengusulkan pelaksanaan Pasar Tani kepada Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh.

“Berkat koordinasi yang intensif, akhirnya Road Show Pasar Tani ini dapat terlaksana dan diikuti oleh 32 pedagang produk pertanian serta pelaku UMKM se-Kabupaten Pidie Jaya, termasuk partisipasi penyediaan gas LPG 3 kilogram bersubsidi dari PT Pertamina,” ujarnya.

Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Azanuddin Kurnia, mengatakan kondisi perekonomian Aceh masih menghadapi tekanan setelah bencana hidrometeorologi.

Menurutnya, gangguan terhadap struktur ekonomi membutuhkan langkah konkret untuk menggerakkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat.

“Pasca bencana, Aceh menempati urutan kedua inflasi tertinggi di Indonesia. Struktur ekonomi yang terganggu membutuhkan upaya-upaya nyata untuk membangkitkan kembali gairah ekonomi masyarakat,” katanya.

Menurut Azanuddin, Pasar Tani menjadi salah satu instrumen yang dijalankan pemerintah di sejumlah kabupaten/kota terdampak untuk membantu menekan laju inflasi. Program tersebut, kata dia, sejalan dengan arahan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh.

Ia menambahkan, Pemerintah Aceh bersama Pemkab Pidie Jaya juga terus mendorong pemulihan sektor pertanian, termasuk rehabilitasi lahan sawah yang terdampak bencana.

Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, mengapresiasi pelaksanaan Pasar Tani Aceh di daerahnya. Menurutnya, kegiatan tersebut menyentuh langsung sektor riil karena memberikan ruang kepada petani dan pelaku UMKM untuk memasarkan produk sekaligus menyediakan kebutuhan masyarakat dengan harga terjangkau.

“Di tengah upaya dan kerja keras pemerintah daerah dalam memulihkan sektor ekonomi masyarakat Pidie Jaya yang runtuh akibat bencana hidrometeorologi tahun lalu, kegiatan seperti ini dirasa sangat menyentuh sektor riil,” kata Sibral.

Ia berharap dukungan Pemerintah Aceh terhadap pemulihan ekonomi Pidie Jaya terus berlanjut. Salah satu sektor yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan adalah kakao yang selama ini menjadi salah satu produk unggulan daerah.

Pasar Tani tersebut diikuti 32 pedagang dan pelaku UMKM yang menawarkan berbagai produk, mulai beras SPHP, Minyakita, sayuran, cabai, bawang, telur, madu, kopi, benih padi, hasil laut hingga aneka makanan olahan dan kerajinan.

Bulog turut menyediakan booth pangan murah, sementara Pertamina menghadirkan LPG 3 kilogram bersubsidi. Kehadiran berbagai komoditas tersebut mendapat antusiasme masyarakat.

Usai membuka kegiatan, Bupati Sibral bersama Azanuddin dan jajaran pejabat terkait meninjau sejumlah stan. Sibral juga membeli berbagai produk pertanian dan UMKM sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha lokal.

Kegiatan berlangsung hingga selesai dalam suasana aman dan tertib. []