DONYAPOST, Banda Aceh — Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) memastikan diri ikut bersaing menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Aceh (PORA) XVI 2030.
Saat ini, Abdya tengah menyiapkan persyaratan administrasi untuk mengikuti proses penjaringan dan penyaringan KONI Aceh.
Kepastian itu disampaikan Ketua DPRK Abdya, Roni Guswadi, S.Pi., yang akrab disapa Abi Roni, kepada donyapost.com, Rabu (23/9/2026).
“Insha Allah kita segera mendaftar. Kini sedang proses pemenuhan syarat administratif. Setelah itu terpenuhi, kami akan menemui Panitia Penjaringan dan Penyaringan tuan rumah PORA 2030 di KONI Aceh,” kata Abi Roni.
Ia menyebutkan, Abdya telah memiliki sejumlah venue yang dinilai representatif untuk mendukung penyelenggaraan pesta olahraga tingkat Aceh tersebut.
Salah satunya GOR Sigupai Arena di Blangpidie yang menjadi pusat kegiatan mult cabang olahraga. Abdya juga memiliki sejumlah lokasi pendukung lainnya, termasuk venue untuk cabang olahraga arung jeram.
“Intinya kita benar-benar siap, dan pimpinan daerah juga telah berkomitmen membawa PORA ke-16 ke Abdya,” tegas Abi Roni.
Sebelumnya, Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan Calon Tuan Rumah PORA XVI KONI Aceh, Muslim HS, mengatakan pendaftaran calon tuan rumah telah dibuka sejak akhir Agustus 2026 dan akan ditutup pada 10 November 2026.
Menurut Muslim, masa pendaftaran yang cukup panjang diberikan agar daerah yang berminat memiliki waktu mempersiapkan persyaratan, terutama dokumen administrasi.
“Hingga satu bulan lebih dibukanya masa pendaftaran, belum ada daerah yang mendaftarkan diri,” kata Muslim, yang juga Wakil Ketua Umum IV KONI Aceh.
Ia meminta kabupaten dan kota yang berminat segera mempersiapkan persyaratan administrasi serta memastikan kesiapan fasilitas pendukung. Tim penjaringan dan penyaringan nantinya akan melakukan verifikasi faktual terhadap calon tuan rumah.
“Kita berharap kabupaten/kota yang ingin mencalonkan diri untuk benar-benar memperhatikan syarat administratif dan kondisi fasilitas pendukung tersebut,” ujarnya.
Sejumlah daerah dikabarkan mulai mempersiapkan diri untuk mengikuti penjaringan tuan rumah PORA XVI. Selain Abdya, Lhokseumawe dan Aceh Utara disebut-sebut menjadi daerah yang berminat.
KONI Aceh juga membuka peluang penyelenggaraan PORA 2030 oleh dua daerah secara bersama, dengan mempertimbangkan dukungan venue dan fasilitas olahraga. Meski demikian, setiap daerah tetap harus mendaftar atas nama kabupaten atau kota masing-masing.
Selain tiga daerah tersebut, sejumlah kabupaten lain, termasuk dari kawasan tengah Aceh, dikabarkan turut menjajaki peluang menjadi tuan rumah PORA XVI 2030. []






