DONAYPOST, Banda Aceh — Program Studi Manajemen Haji dan Umrah (MHU) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh memperkuat kompetensi mahasiswa melalui pembelajaran manajemen, pelayanan jamaah, komunikasi, serta sertifikasi untuk menghadapi kebutuhan tenaga kerja di industri haji dan umrah.
Upaya penguatan kompetensi tersebut sejalan dengan meningkatnya minat terhadap Prodi MHU. Pada 2026, sebanyak 216 mahasiswa baru memilih program studi tersebut, meningkat tajam dari sekitar 20 mahasiswa pada tahun pertama penyelenggaraannya.
Ketua Prodi MHU Fajri Chairawati mengatakan peningkatan peminat tidak terlepas dari perkembangan sektor haji dan umrah serta kebutuhan tenaga kerja di bidang tersebut.
“Yang pertama itu karena Kementerian Haji dan Umrah sudah ada. Kemudian ada pernyataan Menteri dan Wakil Menteri yang membutuhkan tenaga kerja, sehingga mungkin ini menjadi salah satu faktor minat yang luar biasa,” ujarnya.
Dalam proses pembelajaran, mahasiswa dibekali kemampuan manajemen, pelayanan jamaah, dan komunikasi. Kompetensi tersebut diperlukan karena lulusan akan berhadapan dengan jamaah dari berbagai latar belakang, termasuk lanjut usia dan penyandang disabilitas.
Lulusan MHU memiliki peluang bekerja sebagai petugas atau pembimbing haji, mutawif dan mutawifah, tour guide, maupun tenaga pada industri perjalanan haji dan umrah.
Penguatan kompetensi juga dilakukan melalui sertifikasi pembimbing manasik haji dan umrah yang kini dikelola Prodi MHU dan telah memasuki gelombang kedua.
Fajri mengatakan pihaknya juga merencanakan kerja sama dengan pihak terkait untuk memperluas kesempatan magang mahasiswa di bidang haji dan umrah, termasuk kemungkinan memperoleh pengalaman belajar di Arab Saudi.
Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) MHU Muhammad Ridha Maulana mengatakan peluang kerja menjadi salah satu alasan dirinya memilih program studi tersebut.
“Kalaupun nanti saya tidak bisa bekerja di pemerintahan, saya bisa membuka travel. Kalau tidak bisa membuka travel, saya bisa menjadi orang di dalam travel, baik itu menjadi mutawif, tour leader, dan lain-lain,” ujarnya.
Menurut Ridha, pembelajaran di MHU telah memberikan pemahaman mengenai pelayanan jamaah, mulai dari embarkasi hingga kepulangan ke tanah air. Namun, ia menilai praktik lapangan masih perlu diperkuat dalam proses pembelajaran. [wta]






