DONYAPOST, Kutacane — Ketua DPRK Aceh Tenggara (Agara), Denny Febrian Roza, S.STP., M.Si., dinobatkan sebagai “Pemimpin Gerakan Pemberdayaan Anak Yatim” dalam ajang Serambi Award 2026.
Penghargaan tersebut diberikan atas konsistensi Denny dalam membangun kepedulian sosial dan mendorong gerakan nyata bagi masa depan anak-anak yatim di Bumi Sepakat Segenep.
Di tengah kesibukannya menjalankan tugas sebagai Ketua DPRK, Denny tetap aktif menggerakkan berbagai program sosial yang menyasar anak yatim. Baginya, kepedulian terhadap anak yatim tidak boleh berhenti pada pemberian bantuan sesaat atau kegiatan seremonial.
“Perhatian ke anak yatim bukan cuma soal memberi bantuan sesaat. Kita harus buka ruang, kesempatan, pendidikan, dan harapan agar mereka punya masa depan lebih baik,” tegas Denny seperti dilansir waspada.id, Ahad (30/8/2026).
Menurutnya, pemberdayaan anak yatim membutuhkan perhatian yang berkelanjutan. Bantuan sosial penting, tetapi yang tidak kalah penting adalah memastikan mereka memiliki akses terhadap pendidikan, kesempatan berkembang dan lingkungan yang mendukung.
Denny juga menilai gerakan sosial tidak mungkin dibangun oleh satu pihak. Pemerintah, lembaga sosial, dunia usaha, tokoh masyarakat hingga generasi muda harus mengambil bagian dalam menciptakan lingkungan yang lebih peduli terhadap anak yatim dan kelompok rentan.
Karena itu, Denny tidak memandang Serambi Award 2026 sebagai penghargaan pribadi.
“Penghargaan ini bukan untuk saya pribadi. Ini pengingat bahwa masih banyak anak-anak yang butuh kasih sayang dan kesempatan. Ini juga jadi motivasi untuk terus bergerak,” ungkapnya.
Penghargaan tersebut sekaligus menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Aceh Tenggara. Dari daerah yang berada di kawasan pegunungan Aceh itu, Denny menunjukkan bahwa kepemimpinan tidak hanya diukur dari kebijakan yang dihasilkan di lembaga legislatif.
Kepemimpinan juga dapat hadir melalui gerakan sosial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Bagi Denny, penghargaan itu justru menjadi dorongan untuk memperkuat gerakan kepedulian terhadap anak yatim sekaligus kelompok rentan lainnya di Aceh Tenggara.
Ia berharap semakin banyak pihak terlibat sehingga kepedulian terhadap anak yatim tidak bergantung pada momentum tertentu, tetapi menjadi gerakan bersama yang berlangsung secara berkelanjutan.
Serambi Award 2026 akhirnya bukan sekadar penghargaan bagi Denny. Lebih jauh, penghargaan itu menjadi penanda bahwa jabatan publik dapat diterjemahkan menjadi kerja sosial yang nyata—terutama ketika keberpihakan tersebut menyentuh mereka yang membutuhkan ruang, kesempatan dan harapan untuk masa depan. [wspid]
