7.500 Mahasiswa Baru Dipetakan Kemampuan Bahasa Inggris

| © Hak cipta foto diatas dikembalikan sepenuhnya kepada pemilik foto.

DONYAPOST, Banda Aceh — Sedikitnya 7.500 mahasiswa baru Universitas Syiah Kuala (USK) tahun akademik 2026/2027 mengikuti pemetaan kompetensi Bahasa Inggris berbasis e-learning.

Pemetaan ini menjadi langkah awal USK memetakan kemampuan bahasa mahasiswa sekaligus menyiapkan mereka mencapai standar kompetensi Bahasa Inggris selama masa studi.

Pemetaan diperuntukkan bagi mahasiswa jenjang S1, D4, dan D3. Kegiatan berlangsung selama lima hari, yakni 22, 23, 29, dan 30 Agustus serta 5 September 2026 di Laboratorium Komputer USK.

Kegiatan tersebut dikoordinasikan Wakil Rektor Bidang Akademik melalui Direktorat Pendidikan dan Administrasi Akademik (DPAA), dengan melibatkan UPT Bahasa, UPT Data dan Teknologi Informasi, serta UPT Perpustakaan dan E-Learning.

Kepala UPT Pusat Bahasa USK sekaligus Ketua Pelaksana, Dr. Kismullah, S.Pd., M.App.Ling., mengatakan pemetaan kompetensi Bahasa Inggris merupakan agenda rutin tahunan universitas.

Menurutnya, kegiatan tersebut penting untuk mengetahui kemampuan dasar mahasiswa sejak awal sehingga pembelajaran Bahasa Inggris dapat dirancang sesuai kebutuhan.

“Kita ingin mendapatkan gambaran kemampuan awal mahasiswa sehingga pembelajaran ke depan dapat dirancang lebih tepat sesuai kebutuhan mereka,” ujar Kismullah.

Materi pemetaan menggunakan tes profisiensi Bahasa Inggris yang memiliki karakteristik mirip TOEFL, meliputi kemampuan listening, grammar, dan reading.

Pemetaan tersebut sekaligus mendukung target USK agar mahasiswa baru mampu mencapai skor TOEFL minimal 447 dalam dua tahun.

“Tujuannya, karena USK menargetkan mahasiswa baru ini berhasil mencapai nilai TOEFL-nya minimal 447 dalam dua tahun,” katanya.

Tahun Ini Beralih ke E-Learning

Pelaksanaan pemetaan tahun ini mengalami perubahan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya mahasiswa mengerjakan pemetaan melalui Google Form, kini USK menerapkan sistem berbasis e-learning.

Kismullah mengatakan perubahan tersebut dilakukan agar proses pemetaan lebih terintegrasi dengan sistem pembelajaran digital USK.

“Dengan sistem e-learning, prosesnya menjadi lebih terstruktur, mahasiswa lebih terbiasa dengan pembelajaran digital, dan kita juga lebih mudah dalam mengelola serta memantau hasil pemetaan,” ujarnya.

Menurutnya, penerapan sistem digital juga memungkinkan universitas memperoleh data kemampuan mahasiswa secara lebih terorganisasi. Data tersebut selanjutnya dapat menjadi bahan evaluasi dalam merancang pembelajaran dan dukungan akademik yang sesuai.

Jadi Titik Awal Penguatan Kompetensi

Rektor USK, Prof. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., yang turut memantau pelaksanaan kegiatan mengatakan pemetaan tersebut tidak sekadar menjadi tes kemampuan Bahasa Inggris.

Menurutnya, hasil pemetaan merupakan starting point untuk mengidentifikasi kemampuan mahasiswa sejak awal sekaligus menjadi dasar bagi universitas dalam memberikan dukungan selama masa studi.

“Untuk itulah, USK sedini mungkin membekali mahasiswa dengan kemampuan berbahasa Inggris yang baik. Sebab bahasa Inggris adalah salah satu kompetensi penting untuk bersaing di era globalisasi sekarang,” kata Mirza.

Ia menegaskan USK berkomitmen menyiapkan lulusan yang tangguh, kompeten, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Karena itu, penguatan kemampuan Bahasa Inggris perlu dilakukan sejak mahasiswa memasuki lingkungan perguruan tinggi, bukan hanya menjelang kelulusan.

Di sisi lain, penerapan e-learning dalam pemetaan juga menjadi bagian dari langkah USK beradaptasi dengan perkembangan teknologi dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi.

“Kita memang harus terbiasa dengan penerapan e-learning. Sebab sistem digital ini tidak hanya digunakan untuk kegiatan pembelajaran, tetapi juga mendukung berbagai proses akademik yang membutuhkan efisiensi dan ketepatan data,” ujar Rektor.

Dengan pemetaan terhadap 7.500 mahasiswa baru tersebut, USK memiliki gambaran awal mengenai kemampuan Bahasa Inggris mahasiswa sekaligus pijakan untuk mengevaluasi perkembangan kompetensi mereka menuju target TOEFL yang telah ditetapkan. []