DONYAPOST, Jakarta — Prof Dr Mujiburrahman MAg resmi dilantik kembali sebagai Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh untuk masa jabatan 2026–2030.
Pelantikan yang dilakukan Menteri Agama RI Prof Dr KH Nasaruddin Umar MA di Operation Room Kementerian Agama, Jakarta, Kamis (6/8/2026), menandai dimulainya periode kedua kepemimpinannya dengan target membawa UIN Ar-Raniry menjadi universitas berkelas dunia menuju Indonesia Emas 2045.
Kepercayaan yang kembali diberikan kepada Mujiburrahman menjadi kelanjutan dari agenda transformasi kelembagaan yang telah dijalankan selama periode 2022–2026.
Dalam empat tahun terakhir, UIN Ar-Raniry mencatat sejumlah capaian strategis, di antaranya meraih akreditasi institusi Unggul, meningkatkan jumlah guru besar, memperbanyak publikasi ilmiah bereputasi internasional yang terindeks Scopus, memperkuat tata kelola kelembagaan, serta membangun berbagai fasilitas pendukung akademik.
Memasuki periode kedua, Mujiburrahman mengusung visi menjadikan UIN Ar-Raniry sebagai universitas berkelas dunia yang menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan peradaban Islam yang maslahat dan cerdas menuju Indonesia Emas 2045.
Visi tersebut akan diwujudkan melalui penguatan kualitas akademik, internasionalisasi perguruan tinggi, transformasi digital, pengembangan riset kolaboratif, serta pembangunan kampus yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan pendidikan.
Salah satu program prioritas adalah modernisasi kampus melalui proyek pembangunan yang didukung pendanaan Pinjaman/Hibah Luar Negeri (PHLN) periode 2026–2030.
Program itu mencakup pembangunan Fakultas Kedokteran, Laboratorium Halal Science and Technology, Islamic Center beserta Pusat Kajian Manuskrip, serta pembangunan masjid yang didukung Pemerintah Uni Emirat Arab.
Di bidang internasionalisasi, UIN Ar-Raniry akan merevitalisasi International Office, memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri, meningkatkan jumlah mahasiswa internasional, serta memperkuat kapasitas sumber daya manusia dan layanan digital kampus.
Sementara pada aspek akademik, kampus menargetkan mempertahankan akreditasi institusi Unggul melalui reakreditasi, mendorong akreditasi internasional program studi, memperkuat Ma’had Jami’ah, lembaga bahasa, pusat moderasi beragama, serta meningkatkan kompetensi lulusan melalui sertifikasi profesi dan kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi internasional.
Transformasi kelembagaan juga diarahkan pada pengembangan UIN Ar-Raniry sebagai Green Campus yang mengintegrasikan prinsip keberlanjutan, efisiensi sumber daya, ekoteologi, serta penguatan kesetaraan gender, inklusi disabilitas, dan akses pendidikan yang setara bagi seluruh sivitas akademika.[]
