FAH UIN Ar-Raniry Raih Penghargaan Akademik Global di ADIA 2026

Dekan FAH UIN Ar-Raniry Syarifuddin bersama delegasi FAH UIN Ar-Raniry foto bersama di sela kegiatan Annual International Conference of ADIA (ADIA) 2026 di Hotel Luxton Cirebon, 22-25 Juli 2026.

DONYAPOST, Banda Aceh — Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Ar-Raniry Banda Aceh memperkuat jejaring akademik internasional melalui keikutsertaannya pada Annual International Conference of ADIA 2026 yang berlangsung di Hotel Luxton Cirebon, 22–25 Juli 2026.

Dalam forum tersebut, FAH UIN Ar-Raniry tidak hanya mengikuti berbagai agenda akademik dan memperluas kerja sama internasional, tetapi juga meraih Innovation and Renewal Award kategori Excellence in Manuscript Digitization.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas inovasi FAH UIN Ar-Raniry dalam digitalisasi manuskrip, pengembangan pendidikan dan penelitian, penguatan kolaborasi, serta kontribusi terhadap pelestarian khazanah intelektual Islam.

Penghargaan diserahkan Presiden ADIA, Prof Dr M Faisol MAg, kepada Dekan FAH UIN Ar-Raniry, Syarifuddin MA PhD.

Syarifuddin mengatakan penghargaan tersebut merupakan pengakuan atas kerja sivitas akademika dalam menjaga dan mengembangkan warisan intelektual Islam melalui pendekatan digital.

“Penghargaan ini merupakan apresiasi terhadap kerja keras seluruh sivitas akademika Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry dalam melestarikan khazanah intelektual Islam melalui digitalisasi manuskrip,” ujarnya.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus memperkuat riset, inovasi, dan kolaborasi internasional.

Selain menerima penghargaan, FAH UIN Ar-Raniry juga menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) dengan International League of Islamic Literature Malaysia (ILILM). Kesepakatan ditandatangani Presiden ILILM, Prof Dr Rahmah Binti Ahmad H Osman, bersama Dekan FAH UIN Ar-Raniry.

Kerja sama tersebut meliputi bidang pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, seminar internasional, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta pengembangan kajian sastra dan peradaban Islam.

“Penandatanganan MoA ini merupakan langkah strategis Fakultas Adab dan Humaniora dalam memperluas jejaring internasional. Kami berharap kerja sama ini segera diwujudkan melalui riset kolaboratif, publikasi internasional, pertukaran akademisi, dan berbagai program akademik lainnya,” kata Syarifuddin.

Delegasi FAH UIN Ar-Raniry dipimpin Syarifuddin didampingi Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan Nazaruddin MLIS PhD, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Hermansyah MTh MHum, Kepala Tata Usaha Syarbini SSos, Ketua Prodi Sejarah dan Kebudayaan Islam Ruhamah MAg, Ketua Prodi Bahasa dan Sastra Arab Sumardi MA, serta Ketua Prodi Ilmu Perpustakaan Mukhtaruddin MLIS.

Selama konferensi, delegasi mengikuti International Seminar, Forum Dekan, dan Forum Ketua Program Studi yang membahas inovasi kurikulum, tata kelola fakultas, penelitian, publikasi ilmiah, hingga internasionalisasi pendidikan tinggi.

Seminar internasional ADIA 2026 mengangkat tema “Revitalizing Adab and Humanities in the Cyber Era for Strengthening Ecotheology toward National Civilization.”

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof Dr Amien Suyitno MAg, dalam pidato kuncinya menekankan pentingnya transformasi pendidikan tinggi Islam melalui integrasi nilai adab, humaniora, inovasi digital, dan ekoteologi sebagai fondasi pembangunan peradaban.

Pada penutupan konferensi, forum ADIA menetapkan UIN Datokarama Palu sebagai tuan rumah ADIA 2027. []