Indeks
Berita  

BKPSDM Kota Banda Aceh Ajak ASN Manfaatkan Lemari Digital

Kepala BKPSDM Kota Banda Aceh, Dra. Emila Sovayana, M.Si

DONYAPOST, Banda Aceh — Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Banda Aceh mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) memanfaatkan Lemari Digital–Document Management System (LeDi-DMS) sebagai upaya mempercepat transformasi digital sekaligus melindungi arsip kepegawaian.

Kepala BKPSDM Kota Banda Aceh, Dra. Emila Sovayana MSi, mengatakan pemanfaatan LeDi-DMS mengacu pada Surat Edaran Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 11 Tahun 2025 tentang Perlindungan dan Pemanfaatan Arsip ASN melalui Document Management System.

“Tujuan utama program ini adalah menghadirkan layanan manajemen ASN yang lebih cepat, mudah, dan efisien, sekaligus melindungi arsip kepegawaian dari risiko kehilangan atau kerusakan akibat kelalaian, bencana, maupun keadaan force majeure,” kata Emila di Banda Aceh, Selasa (14/7/2026).

Menurutnya, LeDi-DMS merupakan bagian dari 12 kebijakan Pro Karier ASN yang dicanangkan BKN dan sejalan dengan arah pembangunan Kota Banda Aceh sebagaimana tertuang dalam RPJM Kota Banda Aceh 2025–2029.

Ia menjelaskan, digitalisasi arsip menjadi salah satu langkah Pemerintah Kota Banda Aceh dalam memperkuat tata kelola birokrasi berbasis teknologi sehingga layanan kepegawaian dapat berlangsung lebih efektif dan efisien.

“Dengan jumlah 6.250 ASN di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh, kami berharap seluruhnya dapat mengimplementasikan Lemari Digital ini dengan baik,” ujarnya.

Secara nasional, BKN telah menyediakan Lemari Digital secara gratis bagi sekitar 6,7 juta ASN. Hingga kini, sebanyak 643 instansi pemerintah telah memanfaatkan sistem tersebut dalam pengelolaan arsip kepegawaian.

Sementara itu, Arsiparis Ahli Pertama Bidang Mutasi, Promosi, dan Informasi BKPSDM Kota Banda Aceh, Muhammad Rizky Sidik SIPus, mengatakan LeDi-DMS kini dilengkapi delapan fitur baru yang semakin memudahkan pengelolaan arsip ASN.

Menurut Ryga, arsip yang bersumber dari Sistem Informasi ASN (SIASN) akan masuk secara otomatis ke dalam DMS. Sedangkan dokumen pribadi seperti ijazah, sertifikat, dan piagam penghargaan dapat diunggah langsung oleh instansi maupun ASN melalui aplikasi DMS atau MyASN.

“DMS juga dilengkapi sistem keamanan berlapis, termasuk multi-factor authentication (MFA) dan pemantauan akses secara real-time untuk menjamin keamanan arsip digital ASN,” katanya.

Ia berharap pemanfaatan LeDi-DMS mampu menciptakan pengelolaan arsip yang lebih tertib sehingga administrasi kepegawaian berjalan lebih cepat dan efisien.

“Jika administrasi semakin cepat dan efisien, ASN dapat lebih fokus menjalankan tugasnya sehingga masyarakat juga akan memperoleh pelayanan publik yang lebih baik,” ujarnya.

Exit mobile version