DONYAPOST, Banda Aceh — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), H. Heri Julius, menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Universitas Syiah Kuala (USK) melalui skema pendanaan Japan International Cooperation Agency (JICA).
Menurutnya, proyek tersebut merupakan investasi strategis yang akan memperkuat infrastruktur kesehatan Aceh sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan kedokteran dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan Heri Julius dalam diskusi informal bersama Dekan Fakultas Kedokteran USK, Dr. Safrizal Rahman. Ia menegaskan pembangunan Rumah Sakit Pendidikan USK harus menjadi agenda bersama yang dikawal hingga terealisasi.
Menurut Heri Julius, rumah sakit pendidikan akan menjadi salah satu pilar penting dalam memperkuat sistem layanan kesehatan di Aceh.
Selain meningkatkan kapasitas pelayanan rujukan, fasilitas tersebut juga akan mendukung pendidikan dokter, dokter spesialis, dokter gigi, ners, serta pengembangan riset kesehatan.
“Rumah Sakit Pendidikan USK bukan hanya kebutuhan dunia pendidikan, tetapi juga kebutuhan masyarakat Aceh. Ini merupakan investasi jangka panjang untuk memperkuat infrastruktur kesehatan rakyat Aceh,” ujar Heri Julius.
Ia juga mengapresiasi konsistensi tim yang selama ini memperjuangkan pembangunan Rumah Sakit Pendidikan USK.
Menurutnya, ikhtiar tersebut telah dimulai sejak 2018 oleh tim lintas disiplin yang dipimpin Fakultas Kedokteran USK melalui berbagai tahapan, mulai dari perencanaan, koordinasi dengan pemerintah pusat, hingga penjajakan kerja sama dengan JICA Jepang.
Heri Julius menilai capaian yang telah diraih saat ini merupakan hasil kerja kolektif yang panjang sehingga membutuhkan komitmen seluruh pihak agar setiap tahapan yang telah dibangun dapat terus berlanjut tanpa kehilangan momentum.
“Proyek strategis seperti ini membutuhkan kepemimpinan yang memahami perjalanan program sejak awal, mengetahui setiap tahapan yang telah dilalui, serta mampu menjaga kepercayaan para mitra.”
“Apa yang telah dibangun selama bertahun-tahun tentu sangat berharga untuk diteruskan sehingga proses yang sudah berada di jalurnya tidak kehilangan momentum,” katanya.
Ia berharap pemerintah, legislatif, Universitas Syiah Kuala, dan seluruh elemen masyarakat Aceh memberikan dukungan terhadap pembangunan Rumah Sakit Pendidikan USK.
Menurutnya, keberhasilan proyek tersebut akan menjadi warisan penting bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, pendidikan kedokteran, dan riset medis di Aceh.
“Pembangunan Rumah Sakit Pendidikan USK bukan sekadar membangun fasilitas kesehatan, tetapi membangun masa depan pelayanan kesehatan Aceh.”
“Semua ikhtiar yang telah dimulai sejak 2018 harus terus dijaga dan dilanjutkan demi kepentingan rakyat Aceh. Yang terpenting adalah memastikan cita-cita besar ini sampai tuntas dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang,” tutupnya.
