DONYAPOST, Aceh Besar – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), mengunjungi rumah duka mantan Gubernur Aceh periode 2012–2017, dr. Zaini Abdullah, di Gampong Garot, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Minggu (21/6/2026).
Kehadiran Gubernur Aceh tersebut merupakan bentuk penghormatan terakhir sekaligus ungkapan belasungkawa atas wafatnya tokoh yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam perjalanan pemerintahan dan pembangunan Aceh.
Setibanya di rumah duka, Mualem disambut adik kandung almarhum, Hasbi Abdullah, serta istri almarhum, Umi Niazah A. Hamid.
Dalam kesempatan itu, Gubernur menyampaikan duka cita secara langsung kepada keluarga yang ditinggalkan serta memanjatkan doa agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Teuku Kamaruzzaman atau Ampon Man, mengatakan kehadiran Gubernur merupakan bentuk penghormatan dan penghargaan Pemerintah Aceh atas jasa-jasa almarhum selama mengabdikan diri kepada daerah dan masyarakat Aceh.
“Bapak Gubernur menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya dr. Zaini Abdullah. Beliau adalah salah satu tokoh penting dalam sejarah Aceh yang telah memberikan pengabdian dan kontribusi besar bagi pembangunan daerah serta perjuangan masyarakat Aceh,” ujar Ampon Man.
Menurutnya, dalam suasana penuh keakraban dan duka tersebut, Gubernur juga berbincang dengan keluarga serta kerabat almarhum untuk memberikan dukungan moril dan menyampaikan doa agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan.
“Kepergian almarhum tentu menjadi kehilangan bagi masyarakat Aceh. Namun jasa, pemikiran, dan pengabdian beliau akan selalu menjadi bagian dari perjalanan pembangunan Aceh yang patut dikenang dan diteruskan,” katanya.
Ampon Man menambahkan, Gubernur juga mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk turut mendoakan almarhum agar segala amal ibadah dan kebaikannya diterima Allah SWT, segala khilaf serta kekurangannya diampuni, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran serta keikhlasan.
Sebelum meninggalkan rumah duka, Mualem kembali menyampaikan penghormatan terakhir dan doa bagi almarhum. Pemerintah Aceh, kata Ampon Man, turut berduka cita atas wafatnya salah seorang putra terbaik Aceh yang telah mendedikasikan hidupnya bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
“Semoga Allah SWT menempatkan almarhum di tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan menghadapi musibah ini,” ujar Ampon Man.
Wafatnya dr. Zaini Abdullah menjadi duka bagi masyarakat Aceh. Selain pernah menjabat sebagai Gubernur Aceh periode 2012–2017, almarhum juga dikenal sebagai tokoh yang memiliki peran penting dalam perjalanan politik dan pembangunan Aceh pascakonflik.
