DONYAPOST, Meulaboh — Universitas Teuku Umar menggelar diskusi interaktif bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi Aceh guna memperkuat peran mahasiswa dalam menekan peredaran gelap narkotika di Aceh.
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Teuku Umar, Selasa (5/4/2026), menghadirkan Kepala BNNP Aceh, Dedy Tabrani sebagai pembicara utama.
Diskusi tersebut diikuti jajaran pimpinan kampus, dosen, hingga ratusan mahasiswa yang antusias membahas ancaman narkoba dan upaya pencegahannya di lingkungan pendidikan tinggi.
Rektor UTU, Ishak Hasan, menegaskan kolaborasi dengan BNNP menjadi langkah nyata kampus dalam melindungi civitas akademika dari pengaruh narkotika.
“Kami ingin mahasiswa UTU memiliki daya tangkal yang kuat terhadap pengaruh buruk narkoba. Mahasiswa juga harus menjadi penggerak edukasi di lingkungan sekitarnya,” ujar Ishak Hasan saat membuka kegiatan.
Dalam pemaparannya, Brigjen Pol Dedy Tabrani menyebut Aceh masih menghadapi ancaman serius dari jaringan peredaran narkoba, termasuk yang melibatkan sindikat internasional. Karena itu, mahasiswa diminta tidak hanya menjaga diri sendiri, tetapi ikut aktif dalam kampanye pencegahan.
“Mahasiswa adalah kekuatan intelektual yang harus berada di garis depan untuk menyelamatkan generasi bangsa,” tegasnya.
BNNP Aceh, lanjut Dedy, terus mendorong sinergi berkelanjutan dengan perguruan tinggi melalui program edukasi dan pembentukan relawan anti-narkoba di lingkungan kampus.
Diskusi juga menghadirkan dosen FISIP UTU sekaligus pendakwah nasional, Ismu Ridha. Dari perspektif Islam, ia menjelaskan bahwa penyalahgunaan narkoba berkaitan erat dengan lemahnya nilai spiritual dan ketahanan diri seseorang.
“Khamar atau hal yang memabukkan, termasuk narkoba, membuat seseorang kehilangan kemampuan membedakan yang baik dan buruk,” jelasnya.
Ia juga menyoroti dampak destruktif narkoba yang tidak hanya merusak kesehatan, tetapi turut memicu persoalan ekonomi, kriminalitas, hingga keretakan rumah tangga.
Suasana diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan kritis dari mahasiswa kepada para narasumber. Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan hadiah kepada peserta dengan pertanyaan terbaik.
Menutup kegiatan, UTU turut menyalurkan santunan kepada anak yatim dari Gampong Ujong Tanoh Darat dan Gampong Gunong Kleng sebagai bagian dari kepedulian sosial kampus.






