DONYAPOST, Meulaboh — Tim dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Teuku Umar (UTU) berhasil meraih pendanaan riset dari Yayasan Konservasi Indonesia untuk memetakan rantai pasok perikanan di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 572, sebagai bagian dari upaya mendukung pembentukan kawasan konservasi perairan skala besar di wilayah barat Sumatra.
Tim peneliti dipimpin oleh Dr. Muhammad Rizal, S.Pi., M.Si., dengan anggota Hafinuddin, S.Pi., M.Sc., Ikhsanul Khairi, S.Pi., M.Si., dan Afdal Fuadi, S.Pi., M.Si..
Mereka akan melakukan survei menyeluruh terhadap jalur distribusi hasil laut, mulai dari nelayan hingga ke konsumen, guna memastikan keberlanjutan sumber daya perikanan.
Yayasan Konservasi Indonesia sebagai lembaga nirlaba yang bergerak di bidang perlindungan keanekaragaman hayati dan kesejahteraan masyarakat pesisir, menekankan pentingnya data akurat terkait aktivitas ekonomi perikanan.
Data tersebut dinilai krusial agar kebijakan perlindungan laut tetap sejalan dengan kebutuhan pasar dan mata pencaharian nelayan lokal.
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UTU, Ir. Yuliatul Muslimah, M.P., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menilai keberhasilan ini menunjukkan kualitas riset akademisi UTU yang semakin diakui.
“Kami sangat mengapresiasi pencapaian Dr. Muhammad Rizal dan tim. Lolosnya pendanaan ini menunjukkan bahwa kepakaran dosen UTU diakui secara luas dan riset yang dihasilkan memiliki relevansi tinggi terhadap upaya pelestarian lingkungan serta pengembangan sektor perikanan di wilayah barat Sumatra,” ujarnya.
Studi rantai pasok di WPP 572 ini diharapkan menjadi rujukan penting bagi pemerintah dan pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan kawasan konservasi perairan.
Dengan pemetaan yang komprehensif, penelitian ini ditargetkan mampu menciptakan keseimbangan antara perlindungan ekosistem laut dan pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir yang selama ini bergantung pada sektor perikanan.
