Berita  

Munawar Ibrahim–Fajriman Terpilih Aklamasi Pimpin ICMI Pidie Jaya

| © Hak cipta foto diatas dikembalikan sepenuhnya kepada pemilik foto.

DONYAPOST,Meureudu — Kepengurusan Majelis Pengurus Daerah (MPD) Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kabupaten Pidie Jaya resmi terbentuk.

Munawar Ibrahim didampingi Fajriman terpilih secara aklamasi masing-masing sebagai Ketua dan Sekretaris dalam rapat formatur yang digelar di RM Blang Dalam, Ahad (25/4/2026) kemarin.

Selain itu, posisi Ketua Dewan Penasihat dipercayakan kepada Yusri Abdullah, sementara Ketua Dewan Pakar dijabat Saiful Rasyid.

Proses pembentukan kepengurusan ini difasilitasi oleh Pengurus Wilayah (MPW) ICMI Aceh sebagai bagian dari penguatan struktur organisasi hingga ke tingkat kabupaten.

Sekretaris MPW ICMI Aceh, Rajuddin, menegaskan pentingnya komposisi kepengurusan yang inklusif, termasuk keterwakilan perempuan dan generasi muda.

Rapat yang berlangsung dalam suasana hangat tersebut dipimpin langsung Ketua MPW ICMI Aceh, Taqwaddin Husin. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya konsolidasi organisasi berbasis kolaborasi dan komunikasi yang adaptif di era digital.

“Organisasi ini diisi oleh orang-orang berpendidikan dan berpengalaman. Kuncinya ada pada komunikasi yang efektif dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan digital,” tegasnya.

Taqwaddin juga mendorong pengurus baru untuk segera membangun kemitraan strategis dengan pemerintah daerah serta berbagai lembaga di Pidie Jaya, guna menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.

“Kedepankan kolaborasi, konsultasi, dan koordinasi. ICMI harus hadir memberi kontribusi konkret bagi pembangunan daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Munawar Ibrahim menyatakan kesiapannya untuk segera merampungkan struktur kepengurusan dalam waktu dua pekan ke depan. Ia menargetkan kepengurusan lengkap dapat segera disahkan dan dilantik oleh MPW ICMI Aceh.

“Kita akan bergerak cepat. Dalam dua minggu ke depan, struktur pengurus sudah lengkap untuk kemudian di-SK-kan dan dilantik,” ujarnya.

Pembentukan MPD ICMI Pidie Jaya ini diharapkan menjadi momentum penguatan peran cendekiawan Muslim di daerah, tidak hanya sebagai wadah intelektual, tetapi juga sebagai motor penggerak solusi berbasis ilmu pengetahuan untuk menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks.