DONYAPOST, Banda Aceh — Kota Banda Aceh bersiap menjadi tuan rumah Rapat Kerja Komisariat Wilayah (Rakerkomwil) I Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia Tahun 2026 yang akan mulai digelar besok, 19–22 April.
Agenda ini diproyeksikan menjadi forum strategis bagi pemerintah kota dalam merumuskan arah pembangunan perkotaan yang tangguh dan berkelanjutan.
Sebelumnya, rangkaian Pra Rakerkomwil telah dilaksanakan di kawasan Lamprit sebagai tahap pematangan agenda. Forum tersebut dihadiri 24 pemerintah kota anggota Komwil I, dengan 17 kota hadir langsung dan sisanya mengikuti secara daring.
Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal melalui Sekretaris Daerah, Jalaluddin, menegaskan kesiapan Banda Aceh sebagai tuan rumah sekaligus pentingnya forum ini dalam menjawab tantangan perkotaan saat ini.
“Rakerkomwil ini menjadi momentum memperkuat koordinasi antarkota, terutama dalam menghadapi risiko bencana dan keterbatasan fiskal daerah,” ujarnya.
Mengusung tema “Kota Tangguh, Fiskal Kuat dan Kolaborasi Erat”, forum ini akan membahas strategi konkret dalam memperkuat ketahanan kota, baik dari sisi infrastruktur maupun tata kelola pemerintahan.
Konsep kota tangguh, menurut Jalaluddin, tidak hanya berbicara tentang kesiapan fisik, tetapi juga mencakup kapasitas aparatur, efektivitas koordinasi lintas sektor, serta keterlibatan masyarakat dalam mitigasi bencana.
Di sisi lain, isu fiskal juga menjadi perhatian utama. Sejumlah pemerintah kota saat ini menghadapi tekanan belanja pegawai yang cukup tinggi, bahkan melampaui 30 persen dari total APBD, sehingga membatasi ruang pembangunan.
Karena itu, diperlukan kebijakan fiskal yang adaptif dan efisien, serta didukung reformasi layanan publik berbasis digital guna meningkatkan investasi daerah.
Pra Rakerkomwil sebelumnya juga telah merumuskan sejumlah rekomendasi strategis yang akan dibahas lebih lanjut dalam forum utama, termasuk agenda penentuan tuan rumah Rakerkomwil tahun 2027 dan bahan untuk Rakernas APEKSI pada Juli mendatang.
Dengan dimulainya Rakerkomwil besok, Banda Aceh tidak hanya menjadi tuan rumah, tetapi juga pusat diskusi nasional terkait masa depan kota-kota di Indonesia—mulai dari ketangguhan menghadapi bencana hingga penguatan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
