DONYAPOST, Banda Aceh — UIN Ar-Raniry Banda Aceh bersama Bank Indonesia langsung tancap gas memperkuat kolaborasi strategis untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul di sektor ekonomi melalui Program Pendidikan Kebanksentralan (PPK) 2026.
Langkah konkret ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama pada Kick Off PPK 2026 yang digelar di Aula FMIPA Universitas Syiah Kuala, Rabu (15/4/2026), yang turut melibatkan sejumlah perguruan tinggi di Aceh.
Melalui program ini, UIN Ar-Raniry akan mengakselerasi peningkatan literasi kebanksentralan, memperluas akses bantuan pendidikan, serta memperkuat riset ekonomi yang relevan dengan kebutuhan daerah.
Kepala Perwakilan BI Aceh, Agus Chusaini, menegaskan bahwa PPK bukan sekadar program pendidikan biasa, melainkan upaya strategis dalam membangun kualitas SDM yang siap menghadapi tantangan ekonomi.
“Program ini mengedepankan tiga pilar utama, yaitu pembelajaran, penelitian, dan pemberdayaan agar dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN Ar-Raniry, Mursyid Djawas, menilai kolaborasi ini sebagai langkah percepatan dalam menyiapkan generasi Aceh yang kompetitif.
“Ini investasi jangka panjang. Kita ingin melahirkan SDM yang adaptif, berdaya saing, dan mampu menjawab tantangan ekonomi masa depan,” katanya.
Dukungan penuh juga disampaikan Rektor UIN Ar-Raniry, Mujiburrahman. Ia mengapresiasi peningkatan kuota bantuan pendidikan dari Bank Indonesia yang naik signifikan dari 50 menjadi 130 mahasiswa.
Menurutnya, peningkatan tersebut menjadi bukti nyata komitmen BI dalam mendorong kemajuan pendidikan di Aceh, terutama pascabencana banjir yang sempat melanda sejumlah wilayah.
“Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga masuk langsung ke ekosistem kebijakan ekonomi,” ujarnya.
Program PPK 2026 juga melibatkan sejumlah kampus lain di Aceh, memperkuat sinergi lintas perguruan tinggi dalam mencetak generasi unggul yang siap menjadi motor penggerak ekonomi daerah secara berkelanjutan.






