DONYAPOST, Banda Aceh — Wakil Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh Tuanku Muhammad alias Tumad menuntut konsistensi dan ketepatan jadwal pengangkutan oleh Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Keindahan Kota (DLHK3) Banda Aceh. Pengendalian persoalan sampah tidak bisa hanya mengandalkan kedisiplinan masyarakat.
Menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Banda Aceh ini, jadwal pengangkutan sampah yang tidak teratur berpotensi menyebabkan penumpukan sampah di lingkungan permukiman, menimbulkan bau tidak sedap, serta memicu masalah kesehatan dan lingkungan baru.
“Saya meminta agar DLHK3 Banda Aceh lebih disiplin dalam menerapkan jadwal pengangkutan sampah sesuai waktu dan lokasi yang telah ditentukan. Jika jadwal berubah-ubah dan tidak sesuai, maka penumpukan sampah pasti terjadi dan menimbulkan masalah di lingkungan masyarakat,” ujar Tuanku, yang akrab disapa Tumad kepada awak media.
Ia menekankan pentingnya kepastian jadwal agar masyarakat dapat menyesuaikan waktu pembuangan sampah. Selain itu, DLHK3 juga diminta memperkuat sosialisasi dan edukasi kepada warga mengenai jadwal pengangkutan sampah di setiap wilayah.
Tumad menilai, apabila terjadi perubahan jadwal akibat kendala teknis, seperti kerusakan armada atau faktor operasional lainnya, informasi tersebut harus segera disampaikan kepada masyarakat melalui akun media sosial resmi DLHK3 atau kanal pemberitaan lainnya.
“Penentuan jadwal harus pasti. Jika ada perubahan harus dikabarkan. Jika tidak, sampah akan menumpuk di tepi jalan dan depan rumah warga. Kalau sampai malam tidak diambil, akan timbul bau dan mengundang anjing liar yang mengacak-ngacak sampah,” katanya.
Ia mencontohkan kondisi di kawasan Lamgugob, Kecamatan Syiah Kuala, yang menurutnya mengalami ketidakpastian jadwal pengangkutan.
Sebelumnya, armada pengangkut sampah rutin melintas sekitar pukul 07.00 hingga 08.00 WIB, sehingga warga menyesuaikan waktu pembuangan sampah. Namun belakangan, jadwal tersebut berubah dan tidak menentu, sementara jumlah anjing liar di kawasan itu juga meningkat.
Selain itu, Tumad yang juga Ketua Fraksi PKS DPRK Banda Aceh mengajak masyarakat untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah dalam menjaga kebersihan kota.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada kesadaran dan kedisiplinan warga.
“Pemerintah melalui DLHK3 sudah menyediakan armada pengangkutan dan melakukan pengawasan. Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada peran aktif masyarakat untuk disiplin membuang sampah sesuai jadwal dan lokasi yang ditentukan,” ungkap dia.
