DONYAPOST, Banda Aceh — Universitas Syiah Kuala (USK) memperkuat ketahanan komunitas pascabencana dengan melatih 352 guru dan relawan dalam Psychological First Aid (PFA) dan kesiapsiagaan bencana.
Pelatihan ini diarahkan untuk mempercepat pemulihan psikologis masyarakat terdampak, terutama anak-anak sekolah, agar proses pemulihan berjalan lebih cepat dan berkelanjutan.
Pada sesi pelatihan terbaru, USK melatih 174 guru SD dan SMP dari Kabupaten Pidie Jaya dan Bireuen, dua wilayah yang kerap terdampak bencana.
Sebelumnya, USK juga menggelar pelatihan serupa bekerja sama dengan Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) yang melibatkan 178 dosen, mahasiswa, guru, dan relawan dari Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tamiang, dan Aceh Timur. Dengan demikian, total peserta yang telah difasilitasi mencapai 352 orang.
Ketua Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Tanggap Darurat Bencana USK, Dr. Rina Suryani Oktari, menjelaskan pelatihan ini merupakan strategi jangka menengah untuk memperluas jejaring penolong awal di tingkat komunitas.
“Semakin banyak guru dan relawan yang terlatih, semakin kuat sistem dukungan psikososial masyarakat. Ini krusial agar pemulihan pascabencana, khususnya bagi anak-anak, dapat berlangsung cepat dan berkelanjutan,” ujarnya.
Materi pelatihan mencakup pengenalan reaksi stres pada anak, pemberian dukungan psikologis awal yang tepat, serta penciptaan lingkungan belajar yang aman dan suportif pascabencana. Peserta juga dibekali materi kesiapsiagaan bencana untuk memperkuat peran sekolah dalam mitigasi risiko.
Penanggung Jawab Kegiatan Psikososial Tim PKM SAHABAT, Dr. Marty Mawarpury, menegaskan PFA menjadi fondasi penting dalam respons awal pascabencana. “Pendekatan ini menekankan rasa aman, ketenangan, dan keterhubungan, sehingga anak-anak lebih terlindungi secara psikologis,” jelasnya.
Pelatihan dilaksanakan secara partisipatif melalui diskusi, studi kasus, dan simulasi yang kontekstual. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program PKM Tanggap Darurat Bencana USK yang didanai Kemdiktisaintek, melalui program SAHABAT untuk wilayah terdampak Siklon Tropis Senyar 2025 di Aceh.






