Indeks
Berita  

Direktur Toyota di Aceh: “Make People Before Make Product”

Ir. Nandi Juliyanto, hadir di USK untuk memberikan kuliah umum inspiratif kepada mahasiswa Fakultas Teknik, Kamis (7/8/2025). | Foto Humas

DONYAPOST, Banda Aceh – Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Ir. Nandi Juliyanto, hadir di Universitas Syiah Kuala (USK) untuk memberikan kuliah umum inspiratif kepada mahasiswa Fakultas Teknik, Kamis (7/8/2025).

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi USK dalam memperkuat sinergi pendidikan tinggi dan industri otomotif global.

Dalam forum tersebut, Ir. Nandi membagikan filosofi kepemimpinan dan prinsip produksi Toyota, termasuk pendekatan humanistik yang menjadi fondasi perusahaan otomotif raksasa asal Jepang itu.

“Filosofi kami adalah Make People Before Make Product. Artinya, pengembangan sumber daya manusia menjadi yang utama sebelum menghasilkan produk,” tegasnya.

Ia juga memaparkan dua prinsip utama sistem produksi Toyota: Just in Time dan Jidoka (otomatisasi dengan sentuhan manusia). “Toyota sudah berdiri di Indonesia sejak 1971, saat saya baru berusia empat tahun. Kini investasi kami telah melampaui Rp100 triliun, dan tahun ini, ekspor unit ke-3 juta akan tercapai,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Ir. Nandi juga memberikan bocoran eksklusif yang disambut riuh para mahasiswa. “Insyaallah, tahun ini kita akan produksi mobil listrik. Ini pertama kali saya sampaikan di forum publik,” ujarnya.

Kuliah umum ini turut mempertegas hubungan erat antara USK dan Toyota. Fakultas Teknik USK saat ini memiliki Laboratorium Toyota Production System (TPS), satu-satunya di Sumatera, sebagai bagian dari kolaborasi strategis dengan TMMIN.

Wakil Rektor USK Bidang Perencanaan, Kemitraan dan Bisnis, Prof. Dr. Ir. Taufiq Saidi, M.Eng., IPU, menyambut kunjungan ini dengan optimisme tinggi.

“Kami merasa bangga karena Ir. Nandi merupakan orang kedua dari Indonesia yang menduduki posisi puncak di Toyota. Ini menjadi bukti kepercayaan dunia terhadap SDM Indonesia,” ujarnya.

Prof. Taufiq juga menyinggung reputasi Toyota di Aceh. “Bagi masyarakat Aceh, kalau bukan Toyota, bukan mobil,” selorohnya, mengundang tawa hadirin.

Menurutnya, tak kurang dari 100 alumni USK telah menempuh pendidikan atau bekerja di Jepang. “Ini adalah kontribusi nyata USK untuk industri internasional,” tambahnya.

Kuliah umum ini tak hanya menjadi ruang inspirasi bagi mahasiswa, tetapi juga memperkuat peran USK sebagai mitra strategis industri, sekaligus mendorong generasi muda Aceh untuk mengambil bagian dalam transformasi teknologi otomotif Indonesia.

Exit mobile version