Berita  

Banda Aceh terus Bersiap Sambut PON XXI, Tapi…

Pj Walikota Banda Aceh Amiruddin

DONYAPOST, Banda Aceh — Pemerintah Kota Banda Aceh terus melakukan berbagai persiapan dalam menyambut Pekan Olahraga Nasional (PON) XI, di mana Aceh dan Sumatra Utara menjadi tuan rumah bersama.

Sebagai salah satu kota dengan venue utama, sarana dan prasarana pendukung menjadi concern Pemko Banda Aceh saat ini, termasuk kondisi jalan demi kelancaran arus lalulintas.

Pj Wali Kota Banda Aceh Amiruddin mengatakan, pihaknya akan segera memperbaiki sejumlah ruas jalan yang rusak. Koordinasi dengan pemerintah provinsi dan balai jalan nasional juga dilakukan mengingat keberadaan status jalan provinsi dan nasional di Banda Aceh

“Untuk jalan yang menjadi tanggung jawab pemko, beberapa ruas telah, sedang, dan akan segera kita perbaiki. Di samping itu, bersama pihak provinsi dan balai jalan nasional, kita juga akan perbaiki ruas jalan lainnya. Insy Aallah dalam waktu dekat ini rampung,” ujarnya, Sabtu (4/5/2024).

Terkait hal ini, Amiruddin sebelumnya telah menginstruksikan Dinas PUPR untuk mendata kondisi penanganan jalan berlubang berdasarkan kewenangan pemko. “Selanjutnya dilakukan perbaikan jalan berlubang dan dipastikan juga jalan bersih bebas dari tanah dan sedimen lainnya.”

Selain itu, juga dilakukan pembersihan saluran atau drainase, pintu air, dan rumah pompa, termasuk penanganan underpass Beurawe yang sempat tergenang air. “Di underpas Beurawe kita telah menyiagakan petugas piket harian untuk memantau kondisi pompa,” ujarnya.

Kondisi parkir di pusat kota turut menjadi atensi Amiruddin. “Melalui dishub, kita mensosialisasikan kepada jukir agar dapat menata lahan parkirnya dengan rapi sesuai aturan sehingga tidak menghambat arus lalulintas. Jika ada yang membandel kita tindak tegas,” ujarnya seraya mengatakan secara simultan, penertiban PKL liar juga terus dilakukan pihaknya.

Sementara untuk hunian bagi para atlet dan delegasi PON, pj wali kota mengatakan pihaknya sedang mengoordinir kesiapan rumah-rumah warga untuk menjadi tempat penginapan. “Karena dari estimasi 7.000 kebutuhan kamar, sektor perhotelan kita baru ada 3.200 kamar.”

“Meski begitu kita optimis, kebutuhan penginapan ini dapat kita sediakan dengan layak karena di Banda Aceh banyak terdapat usaha kos-kosan dan rumah sewa. Ditambah lagi antusiasme warga dalam menyambut tamu PON juga luar biasa,” ujarnya.

Hal lain yang menjadi perhatian pj wali kota adalah kelancaran air bersih ke rumah-rumah warga dan penertiban daftar/list harga menu di rumah makan atau restoran. “Pastikan air bersih lancar di setiap sudut kota, dan jangan ada pengusaha kuliner yang mematok harga di luar kelaziman.”

“Mari bersama kita bahu-membahu menyukseskan PON XI yang sudah di depan mata. Jaga marwah Aceh, sambut dan layani semua tamu yang datang dengan sebaik mungkin, karena sejatinya ‘peumulia jamee adat geutanyo’,” ujar Amiruddin.

Dibalik pernyataan tersebut, pantauan donyapost.com, di sekujur Banda Aceh tanpa-tanda kesemarakan sebenarnya belum begitu terlihat. Misalnya, lewat pemasangan umbul-umbul, poster-poster bertemakan PON.

Selama ini yang sudah tampil hanya milik instansi terkait di bawah koordinasi Pemerintah Aceh. “Seharusnya, Banda Aceh harus lebih semarak lagi dalam menyambut PON. Sebab venue utama ada di sini,” tukas Ilyas, warga Beurawe.

Kata dia, seharusnya, Pemko Banda Aceh sudah bisa memasang umbul-umbul, baliho dan spanduk untuk mengajak warga kota untuk menyukseskan PON.

“Kalau perlu, setiap gampong itu bisa pasang spanduk mandiri yang bunyinya mendukung PON dan siap menyukseskannya,” katanya.

“Bukan hanya itu, pihak-pihak swasta juga disarankan untuk melakukan hal yang sama.”