Orasi Ilmiah, Zubaidah Ingatkan Pentingnya Pendidikan Akhlak

Banda Aceh — Era milenial adalah zaman perubahan yang sangat cepat, dimana teknologi telah mengubah segala aspek kehidupan . Namun perlu diingat bahwa di tengah germerlapnya inovasi dan perkembang teknologi, kita tidak boleh lupa dan lengah akan pentingnya pendiidikan agama dan akhlak sebagai pondasi dasar dalam hidup dan kehidupan kita.

Hal ini disampaikan oleh Dr Zubaidah MEd dalam orasi ilmiahnya dalam rangka Yudisium Gelombang III Tahun Akademik 2022/2023 pada Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Banda Aceh, di Aula Lantai III Gedung Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Selasa (5/9/2023).

Menurut dosen tetap prodi Ilmu Perpustakaan ini, pembinaan Akhlak generasi milenial merupakan bagian terpenting dalam pendidikan. Hal ini sesuai dengan tujuan pendidikan islam yaitu menciptakan manusia yang beriman, bertaqwa,berilmu pengetahuan, memiliki keterampilan dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai dalam ajaran Agama Islam.

“Akhlak merupakan fondasi dasar bagi setiap individu. Pendidikan Akhlak membantu individu dalam mengembangkan karakter yang baik, mengimplementasikan nilai-nilai kejujuran, nilai integritas, rasa empaty dan rasa tanggungjawab dalam kehidupan sehari-hari,” kata Zubaidah mengawali orasi ilmiahnya.

Doktor bidang Pendidikan Agama Islam ini menyakini bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah menghasilkan berbagai inovasi di berbagai sektor kehidupan akhir-akhir ini boleh di banggakan bahkan harus terus di kembangkan. Namun perlu diingat bahwa perkembangan ilmu pngetahuan sebesar apapun tidak bisa mengesampingkan aspek akhlak atau moral.

Dalam orasinya, mantan Wakil Dekan bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan FAH ini mengaku prihatin dengan kondisi dunia pendidikan akhir-akhir ini. Menurutnya, dunia pendidikan mengalami krisis yang menyebabkan kemunduran. Kemunduran di bidang pendidikan bukan hanya dialami di tingkat Nasional, tetapi juga di tingkat regional termasuk juga di Provinsi Aceh.

“Meskipun tidak kita pungkiri bahwa prestasi intelektual siswa dan mahasiswa Aceh saat ini cukup luar biasa dengan banyaknya prestasi di berbagai olimpiade sains baik Internasional, nasional maupun Tingkat lokal. Namun kemunduran justru terjadi pada aspek lain yang amat penting, yaitu pada aspek moral, atau akhlak,” ujarnya.

Lebih lanjut, Zubaidah berpandangan bahwa untuk mengatasi semakin bobroknya akhlak para generasi milenial ini, diperlukan upaya bersama dari individu, keluarga , masyarakat dan pemerintah.

Salah satu upaya yang harus dilakukan yakni, memperkuat pendidikan agama dan pendidikan akhlak di sekolah dan lembaga pendidikan lainnya serta mengajarkan dan menanamkan nilai-nilai moral seperti integritas, empati, simpati, toleransi dan tanggungjawab kepada generasi muda.

“Di samping itu guru dan dosen harus menjadi role model bagi para siswa dan mahasiswanya. Kemudian media sosial harus menjadi platform untuk menyebarkan nilai-nilai kebaikan bukan sebaliknya,” harapnya. []

Penulis: MismailEditor: Mismail