Anggota DPRK Ajak Para Ibu Lindungi Keluarga dari Pengaruh LGBT

Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh berbincang dengan para ibu

DONYAPOST, Banda Aceh — Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Farid Nyak Umar mengajak para kepala keluarga untuk melindungi keluarganya dari pengaruh Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) yang semakin meningkat.

Dalam bincang-bincang dengan donyapost.com, pekan lalu, Farid Nyak Umar, menyebutkan kaum ibu punya peran untuk membendung keluarga dari LGBT yakni dengan memberikan pemahaman agama Islam dengan baik dan benar.

Dikatakan, bagi para anggota keluarga dan sanak saudara untuk tidak mendekati zina dan pergaulan bebas serta perilaku penyimpangan seksual lainnya.

“Mari kita jaga anggota keluarga kita dari pengaruh LGBT dengan memperkuat peran orang tua dan keluarga, dengan memberikan pemahaman agama yang baik agar anak-anak kita terhindar dari perilaku yang dilaknat Allah SWT tersebut,” kata Farid.

Ketua DPRK Banda Aceh periode 2019-2024 mengungkapkan, para pelaku LGBT ini bukan hanya berasal dari kalangan yang belum menikah saja. Tapi tak tertutup kemungkinan bagi yang sudah berkeluarga dan punya anak.

Farid melanjutkan, indikasi-indikasi seperti ini butuh peran keluarga yang lebih dominan melalui pola asuh yang baik dalam keluarga. Di mana para ibu berupaya memberikan pemahaman agama Islam yang baik kepada anak agar menghindari perilaku LGBT dan penyimpangan seksual.

Disebutkat juga, kemudian meluangkan waktu yang cukup untuk selalu berkomunikasi dan berinteraksi dengan keluarga, sehingga mengetahui sejak dini jika ada persoalan yang sedang dihadapi oleh anak.

“Di era zaman teknologi nan canggih ini, LGBT merebak lewat gaya atau trend yang tersebar pada medsos melalui gawai yang dinonton oleh anak-anak kita. Karena itu keluarga harus menjadi basis utama perlindungan dari pengaruh LGBT, dengan memperhatikan pola asuh yang benar. Serta orang tua juga harus memahami tahap perkembangan seksual anak sebagai langkah preventif,” ujarnya.

Oleh karena itu, Ketua DPD PKS Banda Aceh ini juga mendorong Dinas Kesehatan kota dan lintas OPD untuk meningkatkan upaya pencegahan dan penanganan masalah LGBT ini secara terpadu.

Apalagi kasus HIV/AIDS yang sudah terdata di Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh sudah mencapai 530 kasus dan didominasi LSL (Lelaki Seks Lelaki) atau karena perilaku LGBT.

“Persoalan LGBT ini harus menjadi perhatian utama Pemerintah dan ditangani secara terpadu dengan melibatkan lintas instansi dan semua stakeholder. Penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat harus ditingkatkan, terutama kepada remaja dan mahasiswa.”

“Serta mengintensifkan skrining HIV terhadap kelompok yang rentan. Karena dari 530 kasus HIV/AIDS, 85% lebih berjenis kelamin laki-laki. Ini sudah darurat dan seperti fenomena gunung es,”pungkas Farid Nyak Umar.[dp]