Berita  

Wagub Fadhlullah Dorong FKPA Perkuat UMKM Perempuan Aceh

DONYAPOST, Banda Aceh – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah atau Dek Fadh, mendorong Forum Kreatif Perempuan Aceh (FKPA) memperkuat peran perempuan dalam pembangunan melalui pengembangan kreativitas, kompetensi, dan kemandirian ekonomi.

Dorongan itu disampaikan Dek Fadh saat menghadiri secara daring peringatan satu tahun Milad FKPA dari Kantor Penghubung Aceh di Jakarta, Rabu (16/9/2026).aceh

Dek Fadh mengapresiasi keberadaan FKPA sebagai ruang bagi perempuan Aceh untuk mengembangkan kreativitas, meningkatkan kompetensi, membangun kemandirian, dan memperluas kontribusi dalam pembangunan daerah.

“Atas nama Pemerintah Aceh, kami menyampaikan selamat Milad yang pertama kepada FKPA. Satu tahun mungkin merupakan usia yang relatif muda bagi sebuah organisasi, tetapi satu tahun pertama merupakan masa yang sangat penting untuk membangun fondasi, memperkuat kebersamaan, dan menentukan arah perjalanan ke depan,” ujar Dek Fadh.

Menurutnya, Aceh memiliki sejarah panjang tentang perempuan yang berperan dalam berbagai bidang. Semangat yang diwariskan Laksamana Malahayati, Cut Nyak Dhien, Pocut Meurah Intan, dan perempuan Aceh lainnya, kata dia, perlu dihidupkan dalam konteks kekinian.

“Hari ini, perjuangan perempuan tidak hanya berada di medan perjuangan fisik, tetapi juga berada di ruang pendidikan, kewirausahaan, teknologi, ekonomi kreatif, seni dan budaya, serta berbagai bidang pembangunan lainnya,” katanya.

Dek Fadh secara khusus menyambut peran FKPA dalam mendorong pengembangan UMKM perempuan di Aceh. Menurutnya, banyak usaha di Aceh tumbuh dari tangan perempuan, mulai dari usaha rumah tangga, kerajinan, kuliner, fesyen hingga berbagai produk kreatif.

Tantangannya, kata dia, adalah mendorong usaha tersebut agar naik kelas, memiliki kualitas dan kemasan yang lebih baik, masuk ke pasar digital, memperoleh akses pembiayaan, serta mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional.

Dek Fadh juga mengapresiasi penandatanganan MoU antara FKPA dengan Bank Indonesia dan Bank Syariah Nasional. Ia berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi diwujudkan dalam program yang memberikan manfaat bagi perempuan pelaku usaha.

“Kami berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi benar-benar melahirkan program yang memperkuat kapasitas, pembiayaan, literasi keuangan, digitalisasi, dan pemasaran bagi perempuan pelaku usaha di Aceh,” ungkapnya.

Selain penguatan ekonomi, Dek Fadh menekankan pentingnya menjaga kreativitas perempuan Aceh tetap berakar pada identitas dan kekayaan budaya daerah.

Menurutnya, busana, kuliner, kerajinan, seni, dan tradisi Aceh bukan hanya warisan yang harus dijaga, tetapi juga memiliki potensi menjadi kekuatan ekonomi kreatif.

Pemerintah Aceh, kata Dek Fadh, siap membuka ruang kolaborasi dengan FKPA. Ia berharap organisasi tersebut memperluas jaringan hingga kabupaten/kota dan gampong agar manfaatnya semakin dirasakan perempuan Aceh.

“Mari kita jadikan perempuan Aceh bukan hanya penerima manfaat pembangunan, tetapi juga pelaku, penggerak, dan pemimpin pembangunan Aceh,” pungkasnya.

Dek Fadh berharap FKPA semakin solid, mandiri, kreatif, dan produktif dalam mendukung terwujudnya Aceh yang Islami, Maju, Bermartabat, dan Berkelanjutan.

Peringatan satu tahun Milad FKPA berlangsung di Kuala Village Resto, Banda Aceh, dan dihadiri H. Sulaiman Abda, anggota Majelis Tuha Peut Wali Nanggroe Aceh; Ketua FKPA Hj. Kartini NI beserta jajaran pengurus; Kepala DP3A; Ketua DMDI Aceh; serta para ketua dan jajaran DPD FKPA kabupaten/kota se-Aceh yang terdiri dari para istri bupati/wali kota dan istri sekretaris daerah kabupaten/kota se-Aceh.