DONYAPOST, Banda Aceh — KONI Kota Banda Aceh membidik gelar juara umum pada Pekan Olahraga Aceh (PORA) XV di Aceh Jaya 2026. Target tersebut ditegaskan dalam Rapat Kerja (Raker) KONI Kota Banda Aceh Tahun 2026 yang menjadi forum evaluasi dan penyusunan program pembinaan olahraga.
Raker mengusung tema “Banda Aceh Kota Kolaborasi, Bersama Kita Bangun Prestasi” dan dihadiri jajaran KONI, pengurus cabang olahraga (cabor), pelatih, pembina, serta insan olahraga.
Ketua Umum KONI Kota Banda Aceh, H. Heri Julius, S.Sos MM, menegaskan Raker bukan sekadar agenda organisasi, tetapi momentum untuk menyatukan langkah, mengevaluasi capaian, serta menetapkan arah pembinaan menuju PORA XV dan berbagai ajang olahraga lainnya.
“Rapat kerja hari ini bukan sekadar agenda organisasi. Ini adalah forum strategis untuk menyatukan langkah, menyusun program, mengevaluasi capaian, serta menetapkan arah perjuangan olahraga Kota Banda Aceh menuju PORA XV Aceh Jaya dan event besar lainnya,” tegasnya.
Menurut Heri, PORA tidak semata-mata berkaitan dengan perolehan medali. Ajang tersebut juga menyangkut pembinaan atlet dan nama baik Kota Banda Aceh. Karena itu, persiapan harus dilakukan secara terarah, terukur, dan terkoordinasi sejak dini.
“Target prestasi tidak boleh hanya menjadi slogan. Harus diterjemahkan menjadi program latihan, kesiapan atlet, kualitas pelatih, kelengkapan administrasi, kesiapan sarana dan prasarana, dukungan pendanaan, serta sistem pembinaan yang jelas,” ujarnya.
Ia mengingatkan agar pembinaan tidak lagi berjalan sendiri-sendiri di masing-masing cabor. Seluruh unsur harus memastikan kesiapan atlet, pelatih, program, administrasi, hingga target prestasi.
“Jangan sampai atletnya siap, tetapi administrasinya bermasalah. Jangan sampai pelatihnya siap, tetapi programnya tidak terukur. Dan jangan sampai target medali sudah ditetapkan, tetapi persiapannya baru dilakukan menjelang pertandingan. Persiapan untuk PORA harus dimulai dari sekarang,” katanya.
Heri menyebut potensi atlet muda Banda Aceh cukup besar. Karena itu, pembinaan harus memberikan ruang bagi atlet-atlet muda untuk berkembang hingga mampu menghasilkan prestasi.
“Kota Banda Aceh memiliki potensi atlet yang luar biasa. Tugas kita adalah bagaimana potensi tersebut kita bina menjadi prestasi. Kita harus memberikan ruang kepada atlet-atlet muda untuk berkembang,” tambahnya.
Sementara itu, Staf Ahli Wali Kota Banda Aceh Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Said Fauzan, yang mewakili Wali Kota Banda Aceh, menilai olahraga juga memiliki peran penting dalam pembentukan karakter generasi muda.
“Bagaimana anak-anak kita di olahraga belajar disiplin, bekerja keras, mengenal aturan, serta memupuk jiwa ksatria, bagaimana menyikapi kemenangan dan menerima kekalahan dengan lapang dada. Oleh karena itu, berbicara tentang olahraga, kita berbicara tentang masa depan generasi muda Banda Aceh,” kata Said.
Ia mendorong penguatan sistem pembinaan secara berkelanjutan, mulai dari usia dini hingga peningkatan kualitas pelatih.
“Kita perlu memperkuat sistem. Mengingat sejarah, Banda Aceh tidak pernah kekurangan generasi muda yang berbakat. Sehingga perlu pembinaan yang berkelanjutan mulai dari usia dini hingga peningkatan kualitas pelatih,” ujarnya.
Khusus PORA XV di Aceh Jaya, Said menegaskan target Banda Aceh adalah menjadi juara umum. Ia menyebut target tersebut mengacu pada capaian Banda Aceh pada penyelenggaraan PORA sebelumnya.
“PORA di Aceh Jaya 2026 sudah dekat di depan mata sebagaimana Surat Keputusan Gubernur tahun ini. Namun target kita jelas, KONI Kota Banda Aceh adalah juara umum,” tegasnya.
Said berharap target tersebut dapat diwujudkan. Pada PORA di Pidie Jaya, Banda Aceh berada di posisi kedua, sedangkan pada PORA di Aceh Besar berada di peringkat ketiga.
“Mudah-mudahan menjadi harapan kita bersama. Seperti di Pidie Jaya lalu kita berada di posisi kedua dan di Aceh Besar di peringkat ketiga. Banda Aceh, mudah-mudahan target juara umum di Aceh Jaya,” tutup Said.
Melalui Raker 2026, KONI Banda Aceh menargetkan lahirnya program kerja yang realistis, optimistis, dan dapat dilaksanakan untuk mendukung persiapan menuju PORA XV.
“Banda Aceh bukan hanya ingin ikut PORA. Banda Aceh ingin berprestasi. Banda Aceh ingin memberikan yang terbaik dan mengukir prestasi dengan cara yang bermartabat dan sportif,” pungkas Heri. []






