DONYAPOST, Aceh — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan generasi muda Aceh. Ade Naylan Sadida, santriwati Dayah Darul Quran Aceh (DQA), Aceh Besar, berhasil meraih Best Award Program pada ajang The 7th International Youth Exchange and Conference SDGs Kesehatan, sekaligus lulus sebagai mahasiswa baru Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Syiah Kuala (USK) melalui Jalur Talenta Tahun Akademik 2026/2027.
Prestasi tersebut menjadi istimewa karena diraih dalam waktu yang hampir bersamaan. Pengumuman kelulusan Ade di Fakultas Kedokteran USK melalui Seleksi Talenta disampaikan pada 1 Juni 2026, sementara penghargaan internasional diraihnya setelah berhasil bersaing dengan peserta dari berbagai negara dalam forum kepemudaan yang berfokus pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Santriwati asal Kabupaten Aceh Selatan itu mempresentasikan gagasan mengenai solusi kesehatan berbasis komunitas untuk mendukung pencapaian SDGs poin ketiga, yakni kehidupan sehat dan sejahtera.
Gagasannya mendapat apresiasi tinggi dari dewan juri karena dinilai aplikatif, berbasis data, serta relevan dengan berbagai persoalan kesehatan yang masih dihadapi masyarakat.
Atas kualitas ide dan kemampuan presentasinya, Ade dinobatkan sebagai penerima penghargaan Best Award Program.
Ade merupakan putri dari Dr. H. Daska Aziz, M.A., mantan Wakil Bupati Aceh Selatan yang kini berkiprah sebagai dosen di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) USK. Meski masih berusia muda, ia telah menunjukkan kapasitas yang menonjol, baik dalam bidang akademik maupun keagamaan.
Selain diterima di Fakultas Kedokteran USK, Ade juga dinyatakan lulus seleksi masuk Program Studi Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melalui jalur PTKIN. Namun, ia memilih melanjutkan pendidikan di Fakultas Kedokteran USK.
“InsyaAllah ilmu yang dipelajari di FK USK nantinya akan dikembalikan kepada masyarakat. Saya ingin menjadi dokter yang tidak hanya kompeten secara keilmuan, tetapi juga berempati dan berakhlak mulia,” ujarnya.
Di balik berbagai capaian tersebut, Ade dikenal sebagai hafizah 30 juz Al-Qur’an. Ia juga memiliki rekam jejak prestasi yang panjang, mulai dari juara berbagai ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), juara umum saat menempuh pendidikan di MIN, hingga menjadi siswa teladan pada jenjang SMP.
Menurut Ade, proses menghafal Al-Qur’an telah membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan mengelola waktu yang sangat membantunya dalam menghadapi kompetisi akademik maupun forum internasional.
“Menghafal Al-Qur’an mengajarkan saya disiplin, manajemen waktu, dan tanggung jawab. Satu ayat yang terlupa harus diulang berkali-kali. Mental itu yang saya pakai saat berkompetisi dan mewujudkan gagasan di forum internasional,” tuturnya.
Ade berharap prestasi yang diraihnya dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Aceh untuk terus berprestasi di berbagai bidang tanpa meninggalkan nilai-nilai agama dan budaya.
Keberhasilannya sekaligus menjadi bukti bahwa prestasi akademik dan kecintaan terhadap Al-Qur’an dapat berjalan beriringan dalam membentuk generasi unggul yang siap bersaing di tingkat global.






