DONYAPOST, Banda Aceh — UIN Ar-Raniry Banda Aceh menggelar webinar internasional yang membahas penguatan ketahanan ekonomi dan perlindungan sosial berbasis pembiayaan syariah untuk menghadapi risiko bencana, Kamis (21/5/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Program Studi Doktor Ekonomi Syariah Pascasarjana UIN Ar-Raniry itu berlangsung secara hybrid di Theater Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) serta melalui Zoom Meeting dengan menghadirkan akademisi, praktisi industri, dan narasumber internasional dari Malaysia.
Webinar bertajuk “Penguatan Ketahanan Ekonomi dan Perlindungan Sosial melalui Integrasi Islamic Social Finance dalam Pembiayaan Risiko Bencana” tersebut menghadirkan Prof Dr Nilam Sari, Prof Dr Hafas Furqani, Dr M Faisal Muchtar, dan akademisi asal Malaysia Dr Zairy Bin Zainol. Diskusi dipandu oleh Dr Hendra Syahputra MM.
Dalam paparannya, Prof Nilam Sari menegaskan pentingnya penguatan integrasi Islamic Social Finance (ISF) untuk membantu pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana secara berkelanjutan.
“Integrasi Islamic Social Finance perlu diperkuat agar mampu membantu pemulihan ketahanan ekonomi masyarakat pascabencana secara berkelanjutan,” ujar Nilam.
Menurutnya, upaya memperkuat ketahanan ekonomi tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari lembaga sosial, lembaga keuangan syariah, hingga sektor komersial.
Sementara itu, Prof Hafas Furqani menyoroti pentingnya manajemen risiko sosial dalam menghadapi ketidakstabilan ekonomi akibat krisis dan bencana.
“Ketika ekonomi tumbuh, kita perlu menyiapkan sistem perlindungan sosial dan manajemen risiko. Instrumen keuangan sosial Islam menjadi bagian penting untuk menjaga kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Dari sektor industri, Vice President and Head of Division Syariah Advisory and Assurance Maybank Indonesia, Dr Muhammad Faisal Muchtar, menekankan peran strategis perbankan syariah dalam mendukung mitigasi risiko bencana dan penguatan ekonomi berkelanjutan.
“Bank syariah harus hadir dan terlihat signifikan bagi masyarakat, terutama dalam mendukung pembiayaan dan penguatan ketahanan ekonomi masyarakat terdampak bencana,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pengembangan green ecosystem melalui program penghijauan dan pembiayaan berbasis keberlanjutan.
Sementara itu, akademisi asal Malaysia, Dr Zairy Bin Zainol, memaparkan model kelembagaan Islamic Social Finance di Malaysia dalam memperkuat perlindungan sosial berbasis kebencanaan.
Menurutnya, ancaman bencana seperti banjir, tanah longsor, dan badai tropis telah memberi dampak besar terhadap perekonomian sehingga membutuhkan sistem perlindungan sosial yang kuat.
Dalam sesi diskusi, para narasumber menekankan pentingnya integrasi lembaga zakat, wakaf, pemerintah, dan lembaga keuangan komersial agar pembiayaan sosial berbasis syariah lebih efektif menghadapi krisis ekonomi dan kebencanaan.
Webinar tersebut diikuti mahasiswa, dosen, akademisi, serta masyarakat umum yang antusias mengikuti diskusi mengenai penguatan ekonomi syariah dan perlindungan sosial berbasis risiko bencana.






