DONYAPOST, Meulaboh — Universitas Teuku Umar (UTU) resmi memperkuat kolaborasi strategis dengan Pemerintah Kabupaten Simeulue melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang difokuskan pada pengembangan komoditas unggulan berbasis riset dan inovasi.
Penandatanganan berlangsung di Ruang Rapat Senat UTU, Kamis (16/4/2026), antara Rektor UTU Prof. Dr. Ishak Hasan, M.Si dan Bupati Simeulue Mohammad Nasrun Mikaris, S.H., M.H., disaksikan jajaran pimpinan kampus serta perwakilan SKPK Simeulue.
Kerja sama ini menandai langkah konkret kedua pihak dalam mendorong potensi ekonomi daerah, khususnya sektor kelautan, agar mampu menembus pasar ekspor dengan standar global.
Bupati Simeulue, Mohammad Nasrun Mikaris, menegaskan bahwa daerahnya memiliki sumber daya laut yang melimpah, namun masih membutuhkan dukungan riset untuk meningkatkan daya saing produk di pasar internasional.
“Simeulue memiliki potensi komoditas laut yang besar dan berorientasi ekspor. Namun, investor saat ini mensyaratkan adanya keterlibatan lembaga riset untuk menjamin kualitas dan keberlanjutan produk. Kerja sama dengan UTU menjadi langkah strategis untuk menjawab kebutuhan itu,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor UTU Prof. Ishak Hasan menyatakan kesiapan kampusnya menjadi mitra aktif dalam mendukung pengembangan daerah melalui pendekatan ilmiah.
“Ini bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. UTU tidak hanya berperan sebagai institusi akademik, tetapi juga sebagai motor inovasi yang mampu memberikan solusi nyata bagi kebutuhan daerah,” tegasnya.
Ia menambahkan, UTU akan mengerahkan tenaga ahli dan peneliti untuk mendukung proses standarisasi produk, peningkatan kualitas, hingga penguatan daya saing komoditas Simeulue di pasar global.
Adapun ruang lingkup kerja sama meliputi pengembangan sumber daya manusia melalui edukasi dan pendampingan masyarakat pesisir, riset pengolahan produk pascapanen untuk meningkatkan nilai tambah, serta pembukaan akses pasar melalui jejaring akademik dan industri.
Sinergi ini diharapkan menjadi model kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan berbasis ilmu pengetahuan.
Dengan dukungan riset UTU, produk unggulan Simeulue tidak hanya diharapkan meningkat secara kuantitas, tetapi juga mampu memenuhi standar internasional.
Kegiatan ditutup dengan pertukaran plakat sebagai simbol kerja sama, dilanjutkan diskusi teknis guna mempercepat implementasi program di lapangan dalam waktu dekat.






