UIN Ar-Raniry Nomor 1 Riset Nasional Versi Scimago 2026

DONYAPOST, Banda Aceh — Universitas Islam Negeri Ar-Raniry mencatat lonjakan prestasi dengan menempati peringkat pertama nasional dalam Scimago Institutions Rankings (SIR) 2026 untuk bidang riset. Secara global, kampus ini berada di posisi ke-818 dunia.

Dalam pemeringkatan tersebut, UIN Ar-Raniry melampaui Universitas Indonesia yang berada di posisi kedua nasional (peringkat 956 dunia) serta Universitas Gadjah Mada di peringkat ketiga nasional (1.372 dunia).

Pemeringkatan SIR didasarkan pada tiga indikator utama, yakni kinerja riset, inovasi, dan dampak sosial berbasis visibilitas web. UIN Ar-Raniry juga masuk dalam kuartil pertama (Q1), kategori tertinggi dalam penilaian tersebut.

Sejumlah perguruan tinggi lain yang masuk 10 besar nasional antara lain Institut Pertanian Bogor (peringkat global 1.514), Universitas Negeri Padang (1.870), Universitas Airlangga (2.019), serta Universitas Syiah Kuala di posisi 2.096 dunia.

Rektor UIN Ar-Raniry, Mujiburrahman, mengatakan capaian ini merupakan hasil penguatan riset dan publikasi ilmiah yang dilakukan secara konsisten.

“Capaian ini mencerminkan arah pengembangan kampus berbasis riset yang mulai menunjukkan hasil terukur,” ujarnya.

Secara tematik, performa UIN Ar-Raniry juga menonjol di berbagai bidang. Untuk riset berbasis keagamaan, kampus ini menempati peringkat ke-14 dunia. Di bidang hukum, fakultas hukumnya berada di posisi ke-131 dunia—tertinggi di antara Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).

Sementara itu, di bidang antropologi, UIN Ar-Raniry menempati peringkat pertama di Indonesia dan ke-13 di Asia. Pada rumpun ilmu sosial bidang pendidikan, kampus ini berada di posisi kedua nasional, serta peringkat pertama nasional di bidang filsafat.

Capaian tersebut turut ditopang oleh kualitas publikasi ilmiah. Empat jurnal UIN Ar-Raniry masuk kuartil pertama (Q1) berdasarkan Scimago Journal Rank (SJR) 2025, yakni El-Usrah, Samarah, Jurnal Ilmiah Islam Futura, dan Petita.

Pemeringkatan Scimago sendiri mengacu pada publikasi ilmiah yang terindeks Scopus, termasuk kualitas sitasi dan dampak ilmiah. Hasil ini menegaskan meningkatnya daya saing perguruan tinggi Indonesia, khususnya dari luar Pulau Jawa, dalam peta riset global.