Berita  

Polda Aceh Gelar Operasi Keselamatan Seulawah Jelang Ramadhan

Wakapolda Aceh memimpin apel gelar pasukan Operasi Keselamatan Seulawah 2026 di Lapangan Polda Aceh, Senin (2/2/2026) | Foto: Humas Polda Aceh

DONYAPOST, Banda Aceh — Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S.I.K., memperingatkan bahwa tren kecelakaan lalu lintas di Aceh dalam dua tahun terakhir menunjukkan peningkatan signifikan, sehingga membutuhkan perhatian dan langkah antisipatif yang serius dari seluruh pemangku kepentingan.

Peringatan tersebut disampaikan saat Wakapolda Aceh memimpin apel gelar pasukan Operasi Keselamatan Seulawah 2026 di Lapangan Polda Aceh, Senin (2/2/2026), mewakili Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Alibasyah, M.M. Operasi ini akan berlangsung selama 14 hari, mulai 2 hingga 15 Februari 2026.

Dalam amanat Kapolda Aceh yang dibacakan Wakapolda, disebutkan bahwa kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas) di Aceh saat ini menghadapi tantangan berat.

Pascabencana banjir dan tanah longsor di sejumlah daerah, terdapat kerusakan jalan, jembatan terputus, serta keterbatasan akses yang berdampak langsung pada mobilitas masyarakat.

Situasi tersebut, lanjutnya, diperparah dengan meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, yang berpotensi memicu kemacetan, kecelakaan lalu lintas, hingga gangguan distribusi logistik.

Wakapolda Aceh mengungkapkan, pada pelaksanaan operasi keselamatan tahun 2024 tercatat 46 kejadian kecelakaan, sementara pada tahun 2025 meningkat menjadi 57 kejadian, atau naik 24 persen.

Korban meninggal dunia tercatat 15 orang, sedangkan korban luka berat melonjak dari 5 orang menjadi 11 orang atau naik 120 persen. Korban luka ringan juga meningkat dari 59 menjadi 66 orang.

“Data ini menunjukkan bahwa tingkat keselamatan dan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas masih perlu mendapat perhatian serius, terutama untuk menekan fatalitas kecelakaan dan meminimalkan kerugian jiwa maupun materi,” ujar Wakapolda.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Polda Aceh bersama jajaran Polres dan instansi terkait melaksanakan Operasi Keselamatan Seulawah 2026 dengan tema “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Operasi Ketupat Seulawah 2026.”

Dalam amanatnya, Kapolda Aceh menekankan sejumlah langkah strategis, di antaranya deteksi dini dan pemetaan titik rawan kecelakaan dan kemacetan, peningkatan sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku usaha angkutan, pelaksanaan ramp check terpadu, serta penegakan hukum yang tegas dan profesional, termasuk terhadap travel ilegal.

Penindakan pelanggaran, lanjutnya, tetap mengedepankan pendekatan humanis melalui ETLE statis dan mobile serta pemberian teguran yang bersifat edukatif.

Apel gelar pasukan turut dihadiri unsur Forkopimda Aceh, pimpinan instansi terkait, serta personel TNI-Polri, Dishub, Satpol PP, dan undangan lainnya. Kegiatan ditandai dengan penyematan pita operasi sebagai simbol dimulainya Operasi Keselamatan Seulawah 2026.

“Melalui operasi ini, kami berharap kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas semakin meningkat dan tercipta situasi yang aman serta kondusif dalam menyambut Ramadhan dan Idul Fitri,” pungkas Wakapolda Aceh.