DONYAPOST, Banda Aceh — Sedikitnya 32 pengelola dan pengurus koperasi dari berbagai kabupaten/kota di Aceh mengikuti Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengelola Koperasi yang digelar Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) di Seventeen Hotel, Banda Aceh, Sabtu (31/10/2026).
Pelatihan yang dibuka Ketua Harian Dekopin Pusat, Priskhianto, M.B.A., tersebut berlangsung selama tiga hari, 31 Oktober hingga 2 November 2026.
Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM), meningkatkan tata kelola, serta mendorong modernisasi koperasi di Aceh.
Pembukaan kegiatan turut dihadiri Kepala Dinas Koperasi dan UKM Aceh, Reza Ferdian, S.STP., M.Si., Ketua Harian Dekopin Pusat Priskhianto, Ketua Dekopinwil Aceh Muhammad Ikhsan, S.E., M.Si., serta jajaran pengurus Dekopin Pusat dan Wilayah Aceh.
Dalam sambutannya, Reza Ferdian menyampaikan dukungan Pemerintah Aceh terhadap pelatihan tersebut. Ia menegaskan, pemerintah siap bersinergi dengan Dekopin untuk mendorong koperasi menjadi lembaga ekonomi yang modern dan mampu meningkatkan kesejahteraan anggotanya.
“Pemerintah Aceh menyambut baik serta siap bersinergi dengan Dekopin dalam mendorong modernisasi koperasi. Koperasi di Aceh harus menjadi pilar utama perekonomian daerah yang akuntabel, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan anggotanya,” tegasnya.
Sementara itu, Priskhianto mengingatkan para pengelola koperasi agar tetap optimistis dan mampu beradaptasi menghadapi dinamika ekonomi nasional.
Menurutnya, penguatan kapasitas SDM dan pemanfaatan teknologi digital menjadi kunci untuk membangun koperasi yang tangguh dan berdaya saing.
“Kami mengimbau seluruh pengelola koperasi di Aceh untuk tetap optimistis menghadapi tantangan ekonomi modern. Koperasi bukan sekadar wadah usaha, melainkan kekuatan ekonomi bersama.”
“Oleh karena itu, penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan pemanfaatan digitalisasi menjadi kunci agar koperasi di Aceh tetap tangguh, profesional, dan berdaya saing tinggi,” ujar Priskhianto.
Selama pelatihan, peserta akan mendapatkan sejumlah materi, antara lain arah kebijakan dan strategi penguatan koperasi modern di Aceh, peran strategis gerakan koperasi dalam perekonomian nasional.
Lalu, regulasi perkoperasian terbaru, manajemen dan organisasi koperasi, serta penyusunan laporan keuangan berbasis standar akuntansi. Peserta juga akan dibekali materi teknis lainnya untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan koperasi.
Ketua Dekopinwil Aceh, Muhammad Ikhsan, mengatakan pelatihan tersebut dirancang untuk membangkitkan semangat pengurus agar mengelola koperasi secara profesional, transparan, dan modern.
“Melalui pelatihan ini, kita ingin membangkitkan semangat para pengurus agar mampu mengelola koperasi menjadi lebih baik dan modern. Peserta tidak hanya dibekali teori, tetapi juga simulasi praktis seperti menyusun laporan keuangan yang akuntabel,” jelas Muhammad Ikhsan.
Ia menambahkan, setiap peserta diwajibkan menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) untuk koperasi masing-masing pada akhir pelatihan. Dokumen tersebut diharapkan menjadi panduan konkret agar ilmu dan keterampilan yang diperoleh dapat langsung diterapkan setelah peserta kembali ke daerah masing-masing. []






