DONYAPOST, Kuta Baro — Kebahagiaan menyelimuti para peserta yang berhasil meraih prestasi pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-35 tingkat Kabupaten Aceh Besar.
Namun, bagi mereka, ajang yang berlangsung di Lapangan Kemukiman Bung Cala, Kecamatan Kuta Baro, itu bukan sekadar perlombaan untuk mengejar gelar juara. Ada pengalaman, perjuangan, dan kesan berharga yang mereka bawa pulang.
Kesempatan bertemu dengan peserta dari berbagai kecamatan, menguji kemampuan, hingga memperoleh pengalaman baru menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan mereka selama mengikuti MTQ yang berlangsung pada 24–31 Oktober 2026 tersebut.
Pengalaman itu dirasakan Razi Ukhrawi dari Kecamatan Krueng Barona Jaya yang berhasil meraih Juara I cabang Tilawah Dewasa Putra. Ia mengaku bersyukur dan bangga atas pencapaian tersebut.
Baginya, bertemu dengan peserta lain yang memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an menjadi pengalaman sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kualitas bacaan.
“Perasaannya tentu sangat senang dan bersyukur. Apalagi bisa bertemu dengan banyak peserta yang memiliki kemampuan luar biasa. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya, sekaligus motivasi untuk terus memperbaiki bacaan dan meningkatkan kemampuan,” ungkap Razi.
Kesan serupa disampaikan Cut Raisatul Haq dari Kecamatan Kota Jantho. Peraih Juara III cabang Tilawah Remaja Putri ini mengaku MTQ ke-35 menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus menantang.
Selain mempersiapkan diri untuk tampil, ia juga memperoleh banyak pelajaran dan pengalaman baru selama mengikuti perlombaan.
“Bagi saya, MTQ ini sangat berkesan. Ada rasa gugup saat tampil, tetapi juga ada kebahagiaan karena bisa mengikuti perlombaan dan bertemu teman-teman dari berbagai daerah. Alhamdulillah, bisa mendapatkan hasil yang baik menjadi kebahagiaan tersendiri,” kata Cut Raisatul Haq.
Sementara itu, Dafiqi Rahmat dari Kecamatan Mesjid Raya, peserta cabang Tilawah Golongan Tunanetra Putra, mengaku terharu dan bersyukur dapat menjadi bagian dari MTQ ke-35 Aceh Besar.
Ia menyebut pencapaian dan pengalaman selama mengikuti perlombaan tidak terlepas dari doa serta dukungan kedua orang tua, sahabat, tim ofisial, dan para pendamping yang membantu peserta selama kegiatan berlangsung.
“Masyaallah, tabarakallah, saya sangat terharu. Alhamdulillah, berkat doa kedua orang tua, dukungan sahabat-sahabat, tim official, para pendamping, serta semua pihak yang telah membantu dan mendampingi kami selama perlombaan, saya bisa melalui pengalaman ini dengan baik. Pesan saya kepada generasi selanjutnya, teruslah mencintai Al-Qur’an dan berprestasi di masa mendatang. Semoga ke depan bisa meraih hasil yang lebih baik lagi,” ungkap Dafiqi.
Kisah ketiga peserta tersebut memperlihatkan bahwa MTQ bukan hanya ruang untuk berkompetisi, tetapi juga wadah menempa kemampuan, memperluas pertemanan, dan memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Mereka berharap MTQ terus menjadi ajang pembinaan dan silaturahmi, sekaligus melahirkan generasi Qurani yang tidak hanya mampu berprestasi, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Berdasarkan hasil akhir penilaian Dewan Hakim, Kecamatan Peukan Bada berhasil keluar sebagai juara umum MTQ ke-35 dengan perolehan nilai 205. Kecamatan Darul Imarah menempati posisi kedua dengan nilai 137, disusul Kecamatan Kuta Baro di peringkat ketiga dengan nilai 124.
Pelaksanaan MTQ ke-35 yang berlangsung hingga 31 Oktober 2026 diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an, memperkuat pembinaan, serta mendorong lahirnya generasi muda berprestasi di Kabupaten Aceh Besar. []
