Indeks

UIN Ar-Raniry Menanti Lulusan Al-Azhar untuk Mengabdi

Prof. Salman Abdul Muthalib | Foto via Humas UIN Ar-Raniry

DONYAPOST, Banda Aceh — Dekan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof. Salman Abdul Muthalib, mengajak mahasiswa Aceh yang akan menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, untuk serius belajar dan kembali mengabdi di Aceh.

UIN Ar-Raniry membutuhkan lebih banyak dosen berlatar belakang pendidikan Timur Tengah untuk memperkuat sumber daya akademik.

Pesan itu disampaikan Salman saat mewakili Rektor UIN Ar-Raniry, Prof. Mujiburrahman, pada acara pelepasan dan peusijeuk mahasiswa baru Aceh ke Universitas Al-Azhar tahun ajaran 2026–2027 di Auditorium Ali Hasyimi, UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, Sabtu (17/10/2026) malam.

Salman mengungkapkan, UIN Ar-Raniry saat ini memiliki sekitar 848 dosen dengan kualifikasi magister, doktor, hingga profesor. Namun, dosen yang merupakan alumni perguruan tinggi Timur Tengah baru sekitar 60 orang.

“Kami sangat menunggu kehadiran kalian enam tahun ke depan, setelah menyelesaikan S-1 dan S-2, untuk kembali dan mengabdi di UIN Ar-Raniry. Pintu kampus terbuka lebar untuk kalian,” kata Salman.

Alumni Al-Azhar itu menegaskan, kesempatan menempuh pendidikan di Mesir harus dimanfaatkan dengan kesungguhan dan disiplin. Mahasiswa diminta tidak terlena dengan kehidupan di luar negeri hingga mengabaikan target akademik.

Ia mendorong mahasiswa menyelesaikan pendidikan sarjana dalam empat tahun sebelum melanjutkan ke jenjang magister. Selain penguasaan ilmu keislaman, mahasiswa juga perlu memperkuat metodologi penelitian dan kemampuan menulis karya ilmiah agar mampu bersaing di dunia akademik.

Penguasaan bahasa Arab dan Inggris turut menjadi perhatian. Menurut Salman, kemampuan kedua bahasa tersebut penting untuk memperluas wawasan, membangun komunikasi lintas negara, dan mendukung pengembangan keilmuan.

Ia juga meminta mahasiswa memanfaatkan lingkungan akademik internasional di Mesir dengan berinteraksi bersama mahasiswa dari berbagai negara. Pengalaman tersebut diharapkan memperkaya perspektif keilmuan dan menjadi bekal ketika kembali ke tanah air.

Salman berharap mahasiswa Aceh tidak sekadar mengejar gelar, tetapi juga membawa pulang ilmu dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan Islam serta masyarakat Aceh.

Pelepasan dan peusijeuk mahasiswa baru Aceh ke Universitas Al-Azhar diselenggarakan Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh sebagai bagian dari upaya melanjutkan tradisi keilmuan Islam di Aceh.

Kegiatan itu turut dihadiri Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal, Asisten I Sekretariat Daerah Aceh Syakir yang mewakili Wakil Gubernur Aceh, serta ulama Al-Azhar Mesir, Syekh Ayyub Al-Jazairiy. []

Exit mobile version