UIN Ar-Raniry Perkuat Kurikulum Mata Kuliah Wajib Universitas

DONYAPOST, Banda Aceh — Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Ar-Raniry Banda Aceh memperkuat dan menyelaraskan kurikulum Mata Kuliah Wajib Universitas (MKWU) sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pembelajaran dan mendukung pencapaian akreditasi unggul.

Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Penguatan dan Alignment Kurikulum bagi dosen MKWU yang digelar di Ruang Sidang 1, Lantai 2 Gedung Biro Rektor UIN Ar-Raniry, baru-baru ini.

Kegiatan dibuka Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Ar-Raniry, Prof. Muhammad Yasir Yusuf. Hadir pula Ketua LPM Abdul Jalil Salam, Sekretaris LPMD Saiful, Koordinator Pusat Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Mumtazul Fikri, Koordinator Pusat Pengelola MKWU Khairun Nisah, serta Sekretaris Siti Nur Zalikha.

Dalam sambutannya, Muhammad Yasir Yusuf menegaskan bahwa MKWU merupakan penjabaran paradigma keilmuan UIN Ar-Raniry yang harus dipertahankan sekaligus dikembangkan.

“Mata Kuliah Wajib Universitas (MKWU) merupakan penjabaran dari paradigma keilmuan UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Lahirnya mata kuliah tersebut telah melalui proses diskusi yang panjang dengan melibatkan para profesor dan pakar yang ahli di bidangnya,” ujarnya.

Menurutnya, MKWU memiliki peran penting dalam mewariskan paradigma keilmuan universitas kepada mahasiswa. Karena itu, pengembangan mata kuliah tersebut perlu dilakukan secara berkelanjutan agar tetap relevan dengan kebutuhan pendidikan tinggi.

Ketua LPM UIN Ar-Raniry, Abdul Jalil Salam, menekankan pentingnya penerapan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) secara komprehensif dan terukur. Penerapan tersebut harus tercermin dalam Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dan bahan ajar yang digunakan dosen.

“Mata kuliah MKWU telah memiliki CPL dan CPMK yang telah didiskusikan oleh Senat Universitas dan telah ditetapkan dalam Keputusan Rektor UIN Ar-Raniry,” ujarnya.

Kegiatan yang berlangsung selama satu hari itu menghadirkan dua narasumber internal LPM UIN Ar-Raniry, yakni Saiful dan Mumtazul Fikri.

Mumtazul Fikri mengatakan, pengembangan kurikulum dan pembelajaran menjadi salah satu fokus utama LPM pada 2027. Salah satu agenda yang disiapkan adalah meninjau keselarasan kurikulum program studi dengan persyaratan akreditasi pada masing-masing Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM).

“Pengembangan kurikulum dan pembelajaran akan menjadi fokus utama LPM di tahun 2027. LPM akan mereview keselarasan (alignment) kurikulum Program Studi dan kesesuaiannya dengan tagihan syarat Unggul pada masing-masing Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM),” katanya.

Ia menjelaskan, setiap LAM memiliki instrumen penilaian tersendiri, sehingga keselarasan kurikulum menjadi salah satu elemen penting dalam upaya mencapai predikat akreditasi unggul.

Melalui kegiatan ini, UIN Ar-Raniry mendorong dosen MKWU memperkuat keselarasan antara kurikulum, capaian pembelajaran, RPS, dan bahan ajar. Langkah tersebut diharapkan mendukung peningkatan mutu pembelajaran sekaligus memperkuat kualitas akademik universitas. []